Tersangka Ferdianto memakai baju tahanan oranye. (Dokumen Humas Polres Metro Jakarta Selatan). (Ist)
Tersangka Ferdianto memakai baju tahanan oranye. (Dokumen Humas Polres Metro Jakarta Selatan). (Ist)

Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan, menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan terhadap seorang pembantu rumah tangga (PRT) atas nama Jeni Nurjanah (25), yang jenasahnya ditemukan membusuk terbungkus plastik hitam dan gorden warna krem, di bawah wastafel kamar mandi unit 23A LV6, Lantai 23 Apartemen Belezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, proses rekonstruksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, di lokasi kejadian.

“Telah berlangsung kegiatan rekonstruksi pembunuhan wanita yang dimasukan ke dalam kantong plastik di Apartemen Belleza,” ujar Purwanta, Sabtu (16/7).

Dikatakan Purwanta, rekonstruksi itu menghadirkan tersangka Ferdianto (23) untuk memperagakan aksinya ketika membunuh korban. Sementara, korban diperagakan anggota polisi -peran pengganti-.

“Rekonstruksi dilakukan 20 personel Sat Reskrim Polres Jakarta Selatan dan enam personel Polsek Kebayoran Lama,” ungkapnya.

Purwanta mengatakan, ada puluhan adegan yang diperagakan tersangka di lokasi kejadian, mulai dari pertemuan di tangga darurat hingga dibawa ke kamar 23 A.

“15 adegan pertama eksekusi di lantai 30, diseret, terus disimpan di lantai 23,” katanya.

Ia menyampaikan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi proses pemberkasan tersangka.

“Kegiatan rekontruksi ini dalam rangka kelengkapan berkas berita acara pemeriksaan pelaku yang akan diajukan ke kejaksaan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, mayat perempuan terbungkus plastik hitam dan gorden warna krem ditemukan, di bawah wastafel kamar mandi Lantai 23 A, Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (29/6).

Pada saat ditemukan, kondisi mayat korban yang belakangan diketahui bernama Jeni, sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya membekuk tersangka Ferdianto di rumah orangtuanya tanpa perlawanan, di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (2/7).

Motif atau latar belakang pembunuhan karena hubungan asmara terlarang, dan pelaku sakit hati atas ucapan korban.

Bayu Marhaenjati/FMB

BeritaSatu.com