Menteri BUMN Rini Sumarno: Tidak Ada Perintah Penurunan NIM

Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua dari kiri) dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi dan direksi BUMN di Jakarta, 22 Juni 2016. (Primus Dorimulu/ Beritasatu.com)
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua dari kiri) dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi dan direksi BUMN di Jakarta, 22 Juni 2016. (Primus Dorimulu/ Beritasatu.com)

Jakarta – Tidak ada imbauan apalagi tekanan terhadap bank badan usaha milik negara (BUMN) agar menurunkan net interest margin (NIM). Berita yang mengatakan pemerintah meminta bank BUMN menurunkan margin sama sekali tidak benar.

“Yang benar, kami meminta agar bank BUMN menurunkan operational cost. Dengan penurunan itu, bunga kredit bisa turun ke single digit,” kata Menteri BUMN Rini Sumarno dalam buka puasa dengan para pemimpin redaksi dan direksi BUMN di Bank Mandiri, Rabu (22/6).

Saat ini, kata Rini, bunga kredit bank-bank di Asean sudah single digit. Jika bank-bank di Indonesia masih mengenakan bunga kredit dua digit, industri di Indonesia akan sulit bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi Asean.

Oleh karena itu bunga kredit perlu diturunkan ke single digit, tapi, penurunan itu bukan karena penurunan NIM, melainkan biaya operasional, ujar Rini.

Peningkatan efisiensi, kata Rini, sudah menjadi keharusan. Salah satu langkah bersama yang bisa dilakukan bank BUMN adalah dengan mewujudkan ATM bersama.

Dengan menggunakan ATM bersama, dana yang bisa dihemat empat bank BUMN — BRI, Mandiri, BNI, dan BTN — mencapai Rp 3 triliun.

Primus Dorimulu/HA

BeritaSatu.com

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *