Tangkap 8 Pengedar, Polisi Sita 3277 Lembar Uang Pecahan 100 Dolar Palsu

8 tersangka pengedar uang palsu di Mapolda Metro Jaya, 2 Juni 2016. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
8 tersangka pengedar uang palsu di Mapolda Metro Jaya, 2 Juni 2016. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)

Jakarta – Delapan pengedar uang dolar palsu dibekuk aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di tiga lokasi berbeda di Jakarta. Polisi menyita 3.277 lembar uang palsu pecahan $100 Amerika Serikat atau sekitar Rp 4,2 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, ke delapan tersangka ditangkap di daerah Ragunan, Blok M Plaza dan KFC Sarinah, tanggal 27 sampai 30 Mei 2016.

“Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, melakukan operasi pada tanggal 27 sampai 30 Mei 2016. Alhamdulillah kami dapat ungkap peredaran uang dolar palsu. Ada delapan tersangka yang ditangkap,” ujar Awi, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/6).

Dikatakan Awi, para tersangka berinisial LUK (38), IKS (59), EDG (39), IGN (39), RUS (46), DEB (54), RAY (48), dan YAS (56).

“Kami masih melakukan pengembangan mencari dua orang yang memberikan dolar palsu itu kepada tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Andi Adnan menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya peredaran uang palsu.

“Kami kembangkan dan berhasil menangkap delapan orang pelaku dari tiga TKP berbeda,” katanya.

Ia menyampaikan, awalnya polisi menangkap tersangka LUK dan IKS, serta menyita uang dolar palsu pecahan $100 sebanyak 996 lembar, di KFC Sarinah, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, 27 Mei 2016.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka DEB, EDG, IGN, dan RUS, di depan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, 29 Mei 2016. Barang bukti yang disita 1.581 lembar pecahan $100 dollar.

Tanggal 30 Mei 2016, penyidik kembali melakukan pengembangan dan membekuk tersangka YAS dan RAY, di Blok M Plaza. Sebanyak 700 lembar uang pecahan $100 dolar palsu disita dari tangan keduanya.

“Total barang bukti yang disita 3.277 lembar uang pecahan $100 dolar Amerika Serikat. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 4,2 miliar,” sebutnya.

Menurutnya, penyidik masih memburu dua orang berinisial WLM dan MUH selaku penyuplai dolar palsu kepada para tersangka.

“Kami masih mengejar dua orang penyuplai yang masih buron. Sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” katanya.

Ia menjelaskan, delapan tersangka mengedarkan uang dolar palsu sesuai pesanan.

“Mengedarkan sesuai dengan kebutuhan dan pesanan. Mereka tidak langsung tukar ke pasar atau mal. Pemesanannya ini sindikat juga, karena dia tahu ini uang palsu. Jadi modusnya, pemesan bertemu dengan pengedar. Kemudian, pengedar meminta kepada penyuplai. Mereka janjian bertemu di suatu tempat melalui telepon,” jelasnya.

Dikatakannya, 996 lembar uang palsu di Sarinah rencananya akan dijual Rp 50 juta, 1.581 lembar di Ragunan dijual Rp 100 juta dan 700 lembar di Blok M Plaza dijual Rp 50 juta.

“Para tersangka pengedar mendapatkan keuntungan 10 persen,” katanya.

Ia menyampaikan, uang dollar palsu ini 80 persen mirip dengan yang asli. “Sangat mirip, cuma ini agak tebal. Para tersangka akan dikenakan Pasal 244 KUHP tentang Uang Palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun,” tandasnya

Bayu Marhaenjati/CAH

BeritaSatu.com

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *