Para tersangka prostitusi online saat diamankan di Malpolres Cianjur, 2 Juni 2016. (Beritasatu.com/Vento Saudale)
Para tersangka prostitusi online saat diamankan di Malpolres Cianjur, 2 Juni 2016. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Cianjur – Kepolisian Resor Cianjur mengungkap prostitusi online di Vila Cipendawa di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Dalam pengungkapan tersebut polisi mengamankan 13 wanita penghibur dan 4 tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus dalam keterangannya menuturkan, polisi dapat mengamanakan dalam dua kali operasi. Kasus pertama, polisi mengungkap pada pekan lalu di Vila Cipendawa, Ciherang, Kabupaten Cianjur, dimana polisi mengamankan tersangka CA serta SM dan 4 wanita penghibur WL (21), PT (17), SF (18), juga RS (16).

“Hasil pengembangan, pada Kamis (2/6) dini hari, polisi kembali mengungkap di lokasi yang sama dengan dua tersangka dan 9 wanita penghibur,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Kamis (2/6).

Dalam operasi yang ke dua kali, polisi mengamankan 2 tersangka EAG dan SS. Sedangkan 9 wanita yang diamankan yakni, IR (23), LS (26), BL (26), SK (22), TY (20), MDR (19), SA (22), RN (19), dan IE (24). “Keempat tersangka, dan 13 wanita penghibur yang juga merupakan korban masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Cianjur,” kata Yusri.

Sedangkan untuk modus cara menjajakan praktik prostitusi dilakukan secara online melalui jejaring sosial. Setelah mendapatkan pelanggan, transaksi dilanjutkan melalui pesan blackberry massager atau WhatsApp dan lokasi eksekusi selalu di Vila Cipendawa atau vila lain di sekitar Cipanas.

Para tersangka akan dijerat dengan dengan UU RI Nomor 21 tahun 2007 Pasal 12 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan dengan ancaman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun atau denda minimal Rp 160 juta dan maksimal Rp 600 juta

Vento Saudale/CAH

BeritaSatu.com