SITUS

Jakarta-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam menduga kasus peretasan yang menimpa situs KPAI berhubungan dengan langkah mereka melarang sejumlah game online. Pasalnya, menurut KPAI, sejumlah game online dinilai bermuatan perjudian dan kekerasan yang berbahaya untuk anak-anak. Tapi bukan berarti KPAI anti game online.

“Kami tidak menggeneralisasi. Game online yang punya kreativitas mendorong anak tumbuh baik itu, kita dorong tapi ada penumpang gelap yang mementingkan ekonomi semata tanpa memerhatikan aspek perlindungan anak,” kata Niam di Bareskrim, Jakarta, Selasa (3/5).

Untuk itu, KPAI tengah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan berikhtiar menyusun aturan mengenai peraturan menteri mengenai game online. Aturan ini kelak tidak hanya ditujukan pada pengusaha game online tapi juga anak-anak.

“User game online itu rata-rata anak-anak. Selama ini tidak ada klasifikasi jenis usia yang kemudian ini mendustakan hak dasar anak. Untuk itu KPAI sudah melakukan langkah koordinasi,” sambungnya.

Niam juga berharap pihak sekolah mengambil langkah cepat untuk melakukan pembinaan kepada anak-anak secara terus menerus. Di sisi lain orang tua juga tidak bisa lepas tangan

Suara Pembaruan

Farouk Arnaz/WBP

Suara Pembaruan