Bupati Bintan Apri Sujadi Buka Perhelatan MTQ Tingkat Kabupaten Bintan

MTQ BINTAN

Bintan – (BT)-Bupati Bintan Apri Sujadi pada Senin (2/5/2016) malam membuka secara resmin perhelatan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) Kabupaten Bintan VI di Lapangan Relief Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Acara pembukaan MTQ Kabupaten Bintan VI disejalankan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengundang penceramah dari Jakarta yaitu Ust. Lukman Sayadi, M.Ag.

Selain itu, tema MTQ Kabupaten Bintan VI pada tahun ini yaitu “Melalui MTQ Kabupaten Bintan VI Kita Wujudkan Masyarakat Bintan Yang Cerdas, Beriman dan Bertaqwa Menuju Bintan Gemilang” dengan waktu pelaksanaan mulai dari tanggal 2 hingga 5 Mei 2016.

Turut hadir, Gubernur Kepulauan Riau, Yang diwakili Oleh Staf Ahli Gubernur Husin Ahmad, Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kepulauan Riau, Kakanwil Kemenag, Bupati Bintan beserta istri, Wakil Bupati Bintan beserta istri, Ketua DPRD Bintan beserta jajarannya, Setda Bintan, Ketua LPTQ Bintan, dan Para undangan lainnya.

Selain itu, hadir juga Pimpinan FKPD Bintan, Kepala SKPD Bintan, Instansi Vertikal, Ketua PKK Bintan beserta organisai kewanitaan lainnya, Camat, Lurah, Kepala Desa dan para Tokoh Agama, Masyarakat, Pemuda dan Masyarakat yang hadir.

Ketua Pelaksana MTQ Kabupaten Bintan VI, Drs. H. Erizal Abdullah, MH mengatatakan dalam laporannya bahwa, acara pada malam ini disejalankan dengan peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan Ustadz dari Jakarta.

Selain itu juga, pada MTQ Kabupaten Bintan VI ini juga menghadirkan Kafilah dari 10 Kecamata se Bintan dengan total keseluruhan peserta yaitu sebanyak 258 dari semua cabang yang dilombakan.

“Moment MTQ Kabupaten Bintan VI ini mari kita jadikan sebagai ajang pengetahuan, Penghayatan dan Pengamalan dalam sehari sesuai dengan tema yang diangkat pada tahun ini,” ujar Drs. H. Erizal Abdullah, MH.

Selanjutnya, dalam sambutannya H. Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa kegiatan MTQ Kabupaten Bintan ini sudah menjadi kegiatan yang terus menerus dilaksanakan dan melalui banyak tahapan seperti MTQ tingkat Kelurahan atau Desa, Kecamatan dan saat ini tingkat Kabupaten Bintan serta nanti akan ada juga MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional nantinya.

“Tentunya momentum ini, mari kita jadikan sebagai ajang silaturahmi antar sesama dan juga merupakan sebagai benteng alternatif budaya dari generasi budaya asing yang bisa merusak bagi generasi muda Bintan,” ujar Apri Sujadi.

Menjadikan generasi Bintan yang berakhlaqul Karimah sebagai modal kehidupan, selain itu juga Apri Sujadi membacakan QS. Al-baqarah ayat 2 dihadapan ribuan masyarakat yang hadir.

“Insyallah, sesuai dengan niatan bersama pada visi dan misi kemarin yakni akan membuat 10 rumah Tahfiz di 10 Kecamatan se Bintan, mohon doa dan dukungannya,” ujar Apri Sujadi.

Selanjutnya, Apri Sujadi juga mengatakan bahwa pada malam ini juga disejalankan dengan pelaksanaan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang menjemput perintah Allah SWT untuk melaksanakan Sholat 5 waktu dalam sehari.

“Mari kita ikuti rangkaian acara ini sampai selesai dan saya berterima kasih serta memberikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana MTQ Kabupaten Bintan VI, LPTQ Bintan, Camat, RT dan RW serta instansi yang mensupport kelancaran acara sehingga dapat berjalan dengan sukses,” ujar Apri Sujadi.

Adapun kutipan dari Penceramah, Ust. Lukman Sayadi, M.Ag mengatakan bahwa pada akhir jaman orang-orang akan lenih suka dengan hiburan dibandingkan dengan acara ceramah atau majelis ilmu seperti ini.

“Coba lihat, saat ini orang lebih suka dengan hiburan dangdut dan hiburan lainnya ketimbang acara ini,” ujar Ust. Lukman Sayadi, M.Ag.

Selanjutnya, Ust. Lukman Sayadi, M.Ag juga mengatakan, pada acara hiburan dan majelis ilmu salam, sambutan dan doanya berbeda sehingga lebih fasih majelis ilmu ketimbang acara hiburan.

“Bagus juga kalau pada panggung hiburan sebelum mulai membacakan Salam dan memberikan sambutan penghormatan dengan baik-baik serta membacakan doa penutup acara. Ingat, senantiasa kita harus berzikir kepada Allah SWT karena kematian kita biasanya sesuai kebiasaan hidup kita dan harapan kepada Allah,” ujar Ust. Lukman Sayadi, M.Ag.Humas

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *