Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menendang bola didampingi oleh Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto Pitoyo Adhi saat meresmikan pembangunan RPTRA Pademangan Timur, Jakarta Utara, 22 April 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menendang bola didampingi oleh Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto Pitoyo Adhi saat meresmikan pembangunan RPTRA Pademangan Timur, Jakarta Utara, 22 April 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Yohan, menyatakan bahwa dirinya mendukung Amien Rais, pendiri partai itu, dengan penilaian miringnya terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Amien Rais sebelumnya menyebut Gubernur Basuki tak cocok menjadi pemimpin karena menurutnya terlalu beringas. Sang gubernur lalu membalas dengan menyatakan bahwa dulu Amien Rais pernah menyematkan pin kepada dirinya agar menjadi sosok pembaharu dan demokratis.

Ahmad Yohan menilai, ‎memang benar Amien Rais pernah menyematkan pin dimaksud kepada Gubernur Basuki. Tapi bisa saja penilaian itu luntur mengingat sang gubernur melakukan penggusuran warga di Kampung Batang. Bagi Yohan, tindakan Basuki itu bisa dianggap hal beringas.

“Saya meminta Ahok untuk segera menanggalkan pin demokrasi itu, akibat corak dan langgam politiknya yang brutal dan antirakyat kecil,” tegas Yohan, Senin (25/4).

Menurut pria yang juga Sekretaris Jenderal Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) itu, mencari definisi di kutub ilmu manapun, demokrasi meletakkan rakyat sebagai elan perjuangan. Definisi demokrasi yang paling fundamental adalah membela hak rakyat.

“Rakyat ada dalam pusaran definisi demokrasi. Bukan mencabut secara represif hak rakyat seperti yang dilakoni Ahok dalam aksi gusur-menggusurnya. Gaya kepemimpinan Ahok itu, seperti mengubur hidup-hidup demokrasi,” jelasnya.

Menurutnya, tabiat Ahok itulah yang membuat Amien risau.

Markus Junianto Sihaloho/HA

BeritaSatu.com