Kasus Mangkrak Pengaruhi Kepercayaan Publik Terhadap Polri

OKEZONE

 

JAKARTA – Banyaknya kasus mangkrak yang tengah ditangani oleh Kepolisian, diyakini dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.

Salah satunya seperti yang terjadi pada kasus penggelapan kepemilikan Hotel BCC Batam, yang menyeret pengusaha Medan, Tjipta Fudjiarta sebagai tersangka.

Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPRNI), Budi Prihyono mengungkapkan, kekecewaan itu berawal pada tindakan penyidik yang tidak segera menyerahkan bukti-bukti pembayaran pembelian saham, dari Tjipta ke Conti Chandra (korban), sebagaimana permintaan jaksa peneliti.

“Tiga kali jaksa minta penyidik Dit Tipideksus untuk melengkapi petunjuk dan bukti-bukti yang kurang, namun tidak juga dipenuhi oleh penyidik. Anehnya, Dit Tipideksus menyampaikan pada jaksa bahwa kasus tersebut adalah perdata, padahal jelas-jelas kalau kasus itu adalah kasus penipuan dan pemalsuan dokumen. Jadi, kasus itu murni pidana, bukan perdata,” beber Budi dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2016).

Menurutnya, pembuktian bahwa kasus itu masuk ranah pidana telah diuji dalam sidang praperadilan, melalui dua kali pengujian. Pembuktian pertama yaitu pada sidang praperadilan yang diajukan korban, Conti Chandra dan yang kedua, diuji dalam praperadilan yang dilayangkan pelaku sendiri yakni Tjipta Fudjiarta.

“Kasus ini dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas Polri,” ujar sambungnya.

Budi menambahkan, kasus ini sebenarnya mdah untuk segera dilimpahkan ke pengadilan, lantaran Kejaksaan telah memberikan petunjuk kepada Dit Tipideksus untuk memenuhi bukti-bukti pembayaran saja, dan itu yang tidak pernah dipenuhi penyidik kepolisian.

“Padahal tinggal disita saja, bukti-bukti pembayaran, yang diklaim telah dibayarkan Tjipta ke Conti. Jangan dibikin sulit dan berlarut-larut. Karena ini sudah merugikan korban (Conti) selama tiga tahun terakhir,” tukasnya.

Sementara itu, Jampidum Kejagung, Noor Rochmad menjelaskan, Kejaksaan mengembalikan berkas perkara kasus BCC Batam lantaran belum memenuhi syarat formil dan materiil pemidanaan.

“Penyidik belum memenuhi petunjuk jaksa peneliti, untuk kepentingan pembuktian,” sebut Noor.

Kuasa hukum Conti, Alfonso Napitupulu mengatakan, Tjipta tidak pernah membayar pembelian saham terhadap kliennya. Padahal kata dia, kasus yang sangat merugikan kliennya itu sudah sangat jelas ada petunjuk yang diminta jaksa.

“Jadi kenapa harus berlama-lama? Beberapa kali sudah diberikan petunjuk oleh jaksa peneliti, agar penyidik Dit Tipideksus mendalami bagaimana tersangka Tjipta mendapatkan saham dari PT Bangun Cipta Semesta yang notabene milik Conti,” keluh Alfonso.

Sementara saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan enggan berkomentar. Ia berdalih harus mempelajari kasus itu terlebih dahulu. “Harus baca dulu kasusnya,” ujar Anton singkat.

(fds)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *