Jakarta -(bt)- Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, menyatakan tidak menerima salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat kliennya diperiksa sebagai tersangka kasus kopi beracun yang mengakibatkan Wayan Mirna Salihin (27) meninggal dunia.

Merespons hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, penyidik tidak memiliki kewajiban menyerahkan BAP kepada pengacara.

“Berkas acara pemeriksaan tidak harus disampaikan kepada pengacara. Kan pengacara mendampingi. Di situ saja mereka pasti akan memberikan bantuan hukum kepada kliennya,” ujar Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/2).

Dikatakan Iqbal, jika penyidik menyerahkan berita acara nanti strategi penyidikan akan diketahui pengacara.

“Kalau berita acara semua diserahkan, artinya strategi penyidik akan ketahuan dong. Ini adalah war of intellectual (perang intelektual). Jadi, strategi kami kami yang melaksanakan. Strategi siapa pun tersangka, silakan pengacara yang melaksanakan,” katanya.

Ia menegaskan, penyidik tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah kepada tersangka.

“Sampai saat ini penyidik tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, kecewa karena penyidik Polda Metro Jaya tidak memberikan salinan BAP kepadanya.

“Seharusnya penasihat hukumnya diberikan salinan BAP. Kenapa takut, jangan takut. Harus diberi salinan. Itu sudah melanggar hukum,” kata Yudi.

Suara Pembaruan

Bayu Marhaenjati/JAS

Suara Pembaruan