Jakarta -(BT)- Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dilaksanakan Minggu (10/1) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama turut hadir. Apakah kehadiran Basuki merupakan pertanda bahwa partai berlambang banteng tersebut akan mengusungnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 mendatang?

Menjawab itu, Basuki membantahnya. Ia mengatakan, kedatangannya dalam acara tersebut, Basuki hanya memenuhi undangan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Pasalnya, Basuki mengaku berhubungan dengan baik dengan Megawati serta mendiang Taufiq Kiemas, serta banyak pengurus partai tersebut yang dikenalnya.

“Tidak-tidak! Kami tidak membicarakan soal Pilkada. Mau bicarakan apa? Mereka tahu kok kalau saya sedang mengumpulkan KTP,” kata Basuki di Balai Kota, senin (11/1).

Ia mengatakan, dirinya tidak mungkin diusung oleh PDIP, namun jika PDIP hendak mendukungnya, ia sangat mempersilakannya. Apalagi dari dulu, PDIP kerap mendukungnya. Penolakan Basuki tersebut beralasan, karena menurutnya, saat ini relawannya yang tergabung dalam Teman Ahok sudah bekerja tanpa meminta dana apapun padanya.

“Karena tidak mudah isi formulir itu untuk kumpulkan KTP. Beda dengan dulu tahun 2012 yang asal KTP saja, sekarang masyarakat mesti isi formulir. Saya saja lihat isinya susah banget. Saya pikir bisa tidak sampai satu juta, tapi kalau sampai 1 juta KTP, masak tidak hargai mereka?” katanya.

Oleh karena itu, katanya, cara mengahrgai yang terbaik adalah dengan tetap maju dari jalur independen. Apabila melalui jalur independen ini sudah pasti, katanya, maka ia meyakini akan tetap ada partai politik yang mendukungnya. Meskipun untuk wakilnya nanti, ia juga tidak menutup kemungkinan bisa berasal dari orang partai saja.

“Tapi belum tentu juga, kalau wakil kan harus cocok sama saya. Kayak orang menikah harus cocok, dulu PDIP juga tidak mengajukan Pak Djarot. Saya lebih cocok Pak Djarot, ya ajak Pak Djarot dong!” katanya.

Namun apabila dirinya menemukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang baik dan bagus, ia pun tidak akan segan-segan untuk mengajaknya. Sebab, nanti juga masyarakat bisa menilai rekam jejak dari orang yang bersangkutan.

Suara Pembaruan

Deti Mega Purnamasari/FER

Suara Pembaruan