Anggaran Pembangunan Lanjutan Gedung 5 Lantai ‘Siluman’

bangunan lanjutTANJUNGPINANG (bt) – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar mengatakan tidak ada anggaran pembangunan kelanjutan gedung 5 lantai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016.

Dipastikan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan melanjutkan proyek pembangunan Gedung 5 lantai khusus gedung B yang diperuntukkan sebagai kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan kucuran anggaran Rp6 miliar, di tahun 2016.

Dikatakan Ashady kembali, mengenai kelanjutan proyek pembangunan Gedung 5 lantai tersebut tidak pernah ada pembahasan di komisi III. Selain itu, di buku Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait (Dinas PU) juga tidak tertuang anggaran sebesar Rp6 miliar tersebut.

“Jadi memang tidak ada pembahasan sebelumnya, di RKA dinas terkait juga tidak disebutkan. Saya menilai, bila memang ada anggaran untuk pembangunan gedung itu maka patut diduga dana itu berasal dari anggaran siluman. Dari mana dianggarkan sebesar Rp6 miliar, untuk lanjutan proyek itu,” ungkap Ashady kepada Haluan Kepri, Kamis (7/1).

Dijelaskannya, dari buku RKA SKPD terkait untuk Belanja Langsung sebesar Rp83 miliar dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp63 miliar. Ashady mengatakan, adapun yang dianggarkan untuk melanjutkan yakni pembangunan interior Rumah Dinas (Rumdis) walikota dan wakil walikota.

“Yang saya lihat dibuku itu, proyek kelanjutan pembangunan interior Rumdis wako dan wawako yang berjumlah Rp1,85 miliar. Dan pembangunan rehab Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang sebesar Rp3 miliar serta pembangunan sarana dan prasarana lainnya,” beber Ashady.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono saat dihubungi untuk dimintai tanggapan mengenai hal tersebut, ia menjelaskan bahwa kelanjutan proyek Gedung 5 lantai itu merupakan kebijakan Walikota Tanjungpinang.

“Memang dinas terkait (Dinas PU) tidak mengusulkan untuk menganggarkan lanjutan proyek gedung tersebut. Makanya keluarlah kebijakan itu, yang dianggarkan secara global,” ucap Riono.

Selain itu, Riono juga menjelaskan bahwa rencana kelanjutan pembangunan Gedung 5 lantai tersebut sudah disampaikan kepada tiga unsur pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang.

“Kalau kita biarkan dan tidak melanjutkan, gedung itu bisa lapuk. Jadi dewan harus memahami hal itu. Dan ini bukan anggaran siluman, tapi dianggarkan secara global,” jelas Riono.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Amrialis menjelaskan bahwa sebenarnya direncanakan pihaknya untuk menyelesaikan seluruhnya kelanjutan pembangunan gedung 5 lantai itu menghabiskan dana sebesar Rp10 miliar.

“Untuk lanjutan gedung itu totalnya Rp10 miliar dengan sampai selesai. Khusus untuk gedung B sebesar Rp6 miliar dan ditambah bangunan Powerhouse serta peralatannya sebesar Rp2,5 miliar. Untuk sisanya menyelesaikan pembangunan interior pada gedung A dan C,” jelas Amrialis.

Namun, lanjut Amrialis hal tersebut tidak disetujui. Maka keluarlah kebijakan walikota, yang hanya khusus melanjutkan gedung B sebesar Rp6 miliar tersebut.

“Jadi yang disetujui itu melalui kebijakan walikota, Rp6 miliar khusus untuk melanjutkan gedung B,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas PU memastikan bahwa satu proyek multiyears yang belum siap 100 persen di era eks Walikota Suryatati A Manan dilanjutkan tahun ini.

Pembangunan gedung yang dimaksud yakni, proyek Gedung 5 lantai yang diperuntukkan sebagai kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan kucuran anggaran Rp6 miliar dari APBD murni 2016 Pemko Tanjungpinang.

Plt Kepala Dinas PU Kota Tanjungpinang Amrialis. Ia mengatakan, untuk di tahun 2016, pihaknya telah menganggarkan untuk melanjutkan pembangunan Gedung 5 lantai yang mangkrak tersebut.

“Kita anggarkan Rp6 miliar khusus untuk menyelesaikan pembangunan gedung B,” ungkap Amrialis, kemarin.

Dikatakannya, bahwa saat ini pihaknya telah mempersiapkan pelelangan proyek pembangunan kelanjutan Gedung 5 lantai tersebut.

“Kita targetkan pertengahan Januari ini harus lelang. Mulai dikerjakan setelah selesai pelelangan. Target 45 hari lelang dan paling tidak awal Maret sudah mulai dikerjakan,” tutup Amrialis. (HK eza, cw53)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *