Gubernur Kepri Temui Menteri Perhubungan Bahas Masalah Transportasi Laut, Udara dan Darat

men1TANJUNGPINANG -(BT)-Untuk mempercepat pembangunan transportasi laut, udara dan kelengkapan sarana transportasi darat di Kepulauan Riau, Gubernur Kepri Agung Mulyana menemui menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan di kantornya di Jakarta, Rabu (7/10) yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis.

 

Pada kesempatan ini, hal pertama yang diminta oleh Gubernur Kepri Agung Mulyana kepada menteri Perhubungan Ignasius Jonan adalah menyangkut percepatan penerbitan izin usaha pelabuhan untuk BUMD (PT. Pelabuhan Kepri). Dan menyangkut hal ini Menteri Perhubungan sangat mendukung.

Namun Menhub meminta agar di cek kembali kecukupan modal yang dimiliki PT. Pembangunan Kepri. Karena berdasarkan peraturannya, PT Pembangunan Kepri baru boleh beroperasi jika memiliki modal cash sebesar Rp250 miliar. Adapun nilai tersebut tidak semuanya dalam bentuk uang, melainkan bisa dalam bentuk asset dan sebagainya.

“Selama ini teman-teman di daerah salah menilai terkait modal cash Rp250 miliar itu. Kita menilai semuanya harus dalam bentuk uang tunai. Yang benar itu bisa dalam bentuk asset atau apa-apa yang dibolehkan dalam peraturan kementerian perhubungan. Dari sini kita menjadi tahu selama ini terdapat kesalahan pengertian, dan dari sini kita bisa mendapatkan solusinya,” kata Agung selesai bertemu Menteri Perhubungan.

Selanjutnya, Gubernur akan memeriksa kembali terkait asset yang dimiliki PT. Pelabuhan Kepri, karena keberadan asset merupakan langkah awal guna menggolkan izin usaha pelabuhan yang diajukan untuk PT. Pelabuhan Kepri sendiri.

“Tentu kita akan cek kembali kekayaan asset yang dimiliki PT. Pelabuhan Kepri itu,” ujar Agung.

Selain masalah izin usaha PT. Pelabuhan Kepri, Gubenur juga mengemukakan terkait rencana pengembangan pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau-pulau terpencil yang ada di Kepulauan Riau. Dan Menyangkut hal ini juga Menteri Perhubungan menyambut baik dan siap untuk mengucurkan dana bantuan yang pengalokasiannya dalam bentuk DAK (Dana Alokasi Khusus) nantinya.

Namun demikian Pemerintah Provinsi Kepri harus menyiapkan NSPK (Norma Standard Prosedur dan Kriteria ) yang akan digunakan untuk menjadi petunjuk teknis bagi penyaluran DAK di tahun yang akan datang. Adapun NSPD itu sendiri ditetapkan oleh Menteri Perhubungan.

“Intinya Menteri Perhubungan sangat serius sekali menanggapi setiap keluhan yang kita sampaikan. Dan dia sangat siap membantu kita dalam bentuk apapun yang kita mau. Dan ini adalah kesempatan bagi kita untuk terus membangun jalur transportasi kita, baik laut, udara dan darat,” kata Agung lagi.

Bahkan, kata Agung lagi, untuk Kepri Menteri Perhubungan juga siap memberikan tambahan dua unit kapal lagi dalam bentuk hibah pada tahun ini guna menambah modal transportasi laut yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Kemudian 3 unit kapal akan diberikan lagi pada tahun depan.

“Secara keseluruhan, kita akan mendapatkan bantuan sebanyak 9 unit kapal. 5 unit diantaranya akan diserahkan tahun ini dan tahun 2016 nanti. Sedangkan empat unit lainnya akan diserahkan tahun 2017. Tentu bantuan ini sangat membantu sekali bagi kita. System pengoperasiannya akan kita sesuaikan dengan jadwal kapal regular PT PELNI tentunya,” kata Agung.

Gesa Bandara Letung dan Tambelan

Terkait dengan pelabuhan udara, pada pertemuan ini Gubernur dan Menteri Berhubungan juga intens membahas keberadaan Bandara Letung dan Tambelan yang saat ini sedang dalam progress pengerjaan. Baik diletung maupun di Tambela, kedua bandara ini sudah hampir selesai dengan panjang landasan 1200 meter.

Menyangkut panjang landasan tersebut, sebagaimana dijelaskan Gubernur bahwasanya Menteri Perhubungan minta agar bisa diperpanjang lagi hingga maksimal 1800 meter. Dengan demikian bisa didarati oleh pesawat berbadan besar sekelas Hercules.

“Untuk Letung dan Tambelan, Menteri minta segera disiapkan pengoperasiannya, dan panjang 1200 meter yang ada sekarang dinilai masih kurang panjang dan perlu diperpanjang minimal 1800 meter,” kata Agung.

Menteri Perhubungan sendiri mengapresiasi dengan lahan yang telah disiapkan Pemda terkait bandara di Letung tersebut. Dan jika Pemda mampu menyediakan lahan lagi, pemerintah pusat melalui kementerian Perhubungan siap membangun untuk memperpanjang bandara Letung hingga selesai.

“Menteri mengatakan, kesediaan bandara yang memadai di daerah perbatasan itu penting. Terutama untuk kegiatan-kegiatan sosial dan untuk mensubsidi logistik ketika terjadi sesuatu yang tidak diingikan di daerah. Dan pesawat Hercules adalah ‘truk’ udara yang kita punya yang bisa melakukan itu. Namun diperlukan sarana bandara yang memadai,” ujar Agung mengulang ucapan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.(HMS)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *