Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, pihaknya tidak pernah menyuruh seseorang untuk membentuk Teman Ahok. Hal ini dikemukakan Basuki saat dikonfirmasi soal pernyataan Lawan Ahok dalam sebuah talkshow bahwa Teman Ahok merupakan komunitas yang dibentuk atas permintaannya.

Bahkan Basuki mengklaim tidak mengenal orang-orang di belakang Teman Ahok. Mereka menggerakkan para sukarelawan Teman Ahok untuk mengumpulkan KTP warga DKI, agar Basuki dapat maju menjadi calon petahana independen dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017.

“Aku saja enggak kenal, gimana mau nyuruh,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (8/10).

Mengenai adanya beberapa sukarelawan Teman Ahok yang datang ke Balai Kota, Basuki menjelaskan, mereka hanya ingin minta tanda tangan di kaos yang mereka bawa.

“Waktu itu, sudah ada yang datang. Bawa kaus untuk minta tanda tangan,” ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta Teman Ahok tak perlu banyak mengeluarkan sesumbar mengenai perolehan KTP dukungan warga Jakarta ke publik. Dia justru khawatir, Teman Ahok tidak berhasil mengumpulkan target 1 juta KTP warga DKI.

“Saya bilang, kalau belum terkumpul ya nggak usah ngomong dulu,” katanya.

Seperti diketahui, Komunitas Teman Ahok adalah sekumpulan warga yang berinisiatif mendukung Ahok agar bisa kembali maju sebagai gubernur DKI. Selain mencari dukungan secara offline, mereka juga membuat situs temanahok.com.

Teman Ahok dibentuk setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperketat syarat pencalonan independen. Dalam peraturan Nomor 9 Tahun 2015 disebutkan pengumpulan KTP tidak bisa lagi melalui email atau online, tetapi harus memiliki keabsahan dalam bentuk cetak fisik. Selain itu, calon independen harus dapat mengumpulkan fotokopi KTP minimal 7,5 persen dari jumlah pemilih.

Lenny Tristia Tambun/LIS

BERITASATU.COM