SANUR 1, SAH 2

HK

TANJUNGPINANG (BT)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri menggelar rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut serta daftar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri di Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu (26/8).Hasilnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) mengantongi nomor urut 1 dan pasangan  Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) nomor urut 2 dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Desember 2015 mendatang.Sebelum pengundian, Ketua KPU Kepri Said Sirajudin yang membuka rapat pleno mengatakan, KPU Kepri telah melakukan verifikasi terhadap masing-masing pasangan calon. Sebelumnya juga, KPU telah mengembalikan berkas yang kurang lengkap kepada masing-masing calon untuk dilengkapi dan kemudian diverifikasi.Dengan dilengkapinya berkas masing-masing dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri ini, maka lanjut dia, tim kampanye nantinya dapat mempedomani jadwal masa kampanye yang diselenggarakan dari tanggal 27 Agustus sampai 5 Desember mendatang.”Kami berharap kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri tidak melakukan kegiatan-kegiatan di luar kampanye dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan kita semua,” kata Said.Dalam melaksanakan pengundian nomor urut calon, KPU menggunakan dua langkah tahapan. Yakni, kedua calon wakil Gubernur dari kedua pasangan calon secara bersamaan mengambil satu buah nomor dari wadah yang disiapkan berisi nomor 1 hingga 10.

“Siapa diantara kedua calon Wakil Gubernur tersebut yang mendapat nomor tertinggi, diberikan kesempatan untuk mencabut duluan nomor urut tersebut,” jelas Divisi Teknis KPU Kepri Marsudi.

Pasangan M Sani dan Nurdin Basirun memperoleh nilai yang kecil, yakni 3 jika dibandingkan pasangan Soerya Respationo dan Ansar yang mendapatkan nilai 7. Sehingga Calon Gubernur Soerya Respationo diberi kesempatan untuk menarik dulu nomor urut tersebut.

Dan saat kedua pasangan memilih nomor tersebut, ternyata pasangan Sani-Nurdin memperoleh nomor urut 1 dan pasangan Soerya-Ansar mendapatkan nomor urut 2.

Said Sirajudin mengatakan, penetapan nomor urut kedua pasang calon ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan pilkada. Nomor urut ini nantinya dapat dijadikan dasar untuk membuat alat peraga kampanye, serta penomoran surat suara yang digunakan untuk pelaksanaan pilkada.

“Ini merupakan tahapan keempat dari pelaksanaan pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang. Setelah Pendaftaran bakal calon, tes kesehatan calon, perbaikan kelengkapan administrasi calon dan kini pengundian nomor urut calon,” kata Said.

Terlihat rona puas dan bahagia tersirat di wajah kedua pasangan calon setelah mengetahui kedua nomor urut tersebut. Tak hanya, nomor tersebut adalah nomor-nomor yang mereka inginkan namun juga riuh riak teriakan massa pendukung masing-masing yang hadir dan memadati aula Asrama Haji.

Antusiasme para pendukung dan simpatisan kedua pasang calon ini menambah riuhnya acara. Mereka meneriakan nama jagoan mereka dan yel-yel.

Sani-Nurdin (Sanur bersama tim relawan dan massa pengusung partai datang lebih dulu ke Asrama Haji. Setelah itu, menyusul pasangan Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) bersama dengan massa pengusung partai dan tim relawan.

Hampir seribu massa pengusung partai dan tim relawan dari masing-masing kubu pasangan tumplek di Asrama Haji. Pasangan Sanur diusung oleh Partai Demokrat, Partai Gerindra, PKB, PPP dan Partai NasDem, sedangkan pasangan SAH diusung oleh Partai PDI Perjuangan, PKS, PAN dan Partai Hanura.

Pengundian nomor urut calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri ini mendapat pengamanan dari aparat keamanan sekitar 150 personel terdiri dari Polresta Tanjungpinang dan dibantu dengan jajaran Polda Kepri.

Pengundian dan pencabutan nomor urut calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri berjalan tertib, lancar dan aman.

Optimis Menang

Kedua pasangan calon saat ditanya oleh awak media usai pencabutan nomor urut, sama-sama yakin dan optimis menang.

Pasangan M Sani dan Nurdin Basirun menyampaikan rasa syukur karena memperoleh nomor urut 1. Nomor 1 ini, menurut Sani dapat bermakna keberuntungan.

“Alhamdulillah dengan nomor 1 ini saya harapkan akan memberikan keberkahan kepada pasanga Sani-Nurdin (Sanur) dan dapat mudah diingat oleh masyarakat Kepri,” kata Sani.

Sani juga menuturkan, dengan keluarnya nomor ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan tekad dan spiritnya dalam meneruskan pembangunan di Provinsi Kepri. Dengan Spirit itulah nantinya, Sanur bertekad untuk mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, berakhlak mulia, ramah lingkungan serta unggul di bidang maritim.

“Kami juga mengajak pasangan calon lainnya untuk dapat berkampanye dengan sehat. Mari kedepankan nilai demokratis, saling menghargai, menghormati serta menjunjung tinggi nilai etika dalam masyarakat. Hindari kampanye hitam, fitnah atau segala macamnya agar pemilihan ini dapat berjalan baik,” tutur Sani.

Senada juga disampaikan pasangan Soerya Respationo- Ansar Ahmad. Bapak wong cilik itu mengajak seluruh masyarakat Kepri ikut mensukseskan pilkada, serta mengajak calon pasangan lainnya melaksanakan pilkada ini dengan penuh rasa kekeluargaan, tertib serta dalam ikatan silaturahmi.

“Kami berjanji tidak akan melakukan black campaign, atau apapun yang melanggar ketentuan pelaksanaan pilkada. Untuk itu, kepada calon lain kami harap juga demikian,” tegas Soerya.

Karena, lanjut Soerya, pemimpin yang baik akan tercipta dari kebersamaan, silaturahmi, keceriaan, kebahagiaan dan lain-lain. Bukan dari cerai berai, perpecahan serta dari massa yang terkotak-kotak.

Pasangan Soerya Respationo dan Ansar Ahmad mengakui sudah sejak lama berharap memperoleh nomor urut 2. Angka 2 diyakini mempunyai banyak makna.

“Sudah kita rencanakan lama untuk nomor 2, dan Alhamdulillah dengan doa bersama akhirnya terkabul juga doa ini,” kata Soerya didampingi Ansar.

Salam 2 Jari

Pantauan di Asrama Haji, massa pendukung pasangan Soerya Respationo-Ansar tak henti-hentinya meneriakan yel-yel mereka.

“Salam dua jari,” teriak pendukung SAH.

Menurut Soerya, salam dua jari itu maknya mengobarkan semangat perdamaian dan kemenangan. Karena dijelaskannya kembali, nomor dua ini banyak maknanya, 2 pada jari bisa dikatakan “V” yaitu victory yang artinya kemenangan dan bisa juga dimaksudkan dengan “peace” yakni perdamaian.

“Jadi nomor 2 atau salam dua jari bermakna, kemenangan dengan damai,” ucap Soerya bersemangat.

Dengan begitu, sambungnya lagi, dalam Pilkada ini mudah-mudahan tidak ada hambatan dalam sosialisasi, semuanya harus berjalan damai.

“Untuk deklarasi kita akan adakan pada 6 September di Batam, kemudian tanggal 12 September di Tanjungpinang. Deklarasi di Batam dan Tanjungpinang itu nanti sekalian dengan peresmian posko induk. Di antara waktu kampanye nanti kita juga akan berkunjung ke Karimun,” ucap Soerya membeberkan rencana.

Selain itu, Soerya juga menyinggung mengenai pihaknya dilarang menggunakan kata “SAH” (Soerya Ansar Hebat). Kalau untuk pembatasan baliho tiap calon dalam pamasangannya, Soerya mengikuti peraturan KPU.

“Kalau pembatasan baliho, saya ikuti aturan KPU. Tetapi kalau ada larangan menggunakan kata SAH, saya minta SK-nya dan saya mau langsung PTUN-kan,” kata Soerya.

Menurutnya, tidak ada satu pasal pun dalam Undang-Undang (UU) melarang menggunakan kata SAH. Baik itu, UU nomor 1 tahun 2015 dan UU nomor 8 tahun 2015 maupun PKPU 1 sampai 9.

“Ada atau tidak di UU yang melarang itu, coba dilihat dalam UU nomor 1 dan 8 tahun maupun PKPU 1 sampai 9 tidak ada. Jadi kalau dalam hukum tidak diatur berarti boleh saja,” jelas Soerya.

Dikatakan Soerya, kata “SAH” sendiri sudah begitu populer di kalangan masyarakat. Terlebih para pendukung Soerya-Ansar. (eza/cw99/cw53/HK)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *