Jayapura – Tim SAR gabungan berhasil mengumpulkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) bagi 6.000 warga di delapan kecamatan sebesar Rp 700 juta lebih dari total dana Rp 6,5 miliar. Dana itu diberikan Kementerian Sosial untuk masyarakat miskin di daerah tertinggal sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Menurut Kepala Kantor Pos Jayapura, Franciscus XH, saat dihubungi SP, Jumat (21/8) malam, uang yang masih baik senilai Rp 536,1 juta, sedangkan uang yang rusak sebesar Rp 200 juta.

Soal uang rusak apa akan ditukar ke Bank Indonesia? “Oh itu semua sudah kami serahkan kepada pusat. Segera dikirimkan kepada Kantor PT Pos Indonesia Pusat. Kami sudah jadwalkan ulang waktu pembayarannya,” tegas Franciscus.

Ditambahkan Franciscus, dana itu sudah diasuransikan dan Kantor Pos Pusat juga sudah mengajukan klaim dan sedang dihitung.

“Jadi ini total yang kami terima. Sisanya, kami yakini sudah terbakar,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya PNB Sulistyo, Rabu (19/8) malam, secara resmi menyerahkan dana tersebut kepada pihak PT Pos Indonesia yang diwakili Kepala Kantor Pos Jayapura, Franciscus XH dan disaksikan Kapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw.

“Kami sudah hitung kembali dan tim berhasil membawa kembali uang yang masih baik senilai Rp 536,1 juta. Sedangkan uang yang rusak sebesar Rp 200 juta. Kami serahkan langsung kepada pihak PT Pos malam ini,” kata kabasarnas.

Ditempat yang sama, Kapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw, mengatakan, dirinya hadir sebagai saksi untuk melihat langsung proses penyerahan barang bukti uang dari kabasarnas kepada pihak PT Pos Indonesia.

“Saya hanya sebagai saksi dalam proses ini,” ujarnya.

Suara Pembaruan

Roberth Isidorus/EPR

Suara Pembaruan