Lis Buka Lokakarya Akselerasi Pengunaan ARV Sebagai Pengobatan dan Pencegahan Penularan HIV

lokakarya kesehatan

 

TANJUNGPINANG-(BT)-Dalam rangka memerangi dan meminimalisasi penularan HIV, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Lokakarya Perluasan Fase 3 Akselerasi Penggunaan ARV sebagai Pengobatan dan Pencegahan HIV melalui Layanan Komprehensif Berkesinambungan. Lokakarya ini dilaksanakan selama 2 hari (tanggal 23-24 Juni 2015), bertempat di Hotel Plaza Jl. MT Haryono, Tanjungpinang.

Hadir dalam pembukaan lokakarya tersebut, Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Kepala Dinas Pendidikan, Rustam, S.KM, M.Si, Narasumber dari Kemenkes RI, Komisi Penanggulangan AIDS Nnasional dan Dinkes Provinsi Kepri, serta para stake holder yaitu LSM-LSM  peduli AIDS.

Dalam laporannya, Rustam menjelaskan bahwa dalam kurun waktu tahun 2002-2015 (saat ini), di Kota Tanjungpinang terdapat 1.242 pengidap HIV, dimana 508 diantaranya adalah penderita AIDS dan 222 diantaranya sudah meninggal dunia. Dari kondisi ini dapat kita lihat, bahwa pengidap HIV maupun AIDS terus bertambah dari waktu ke waktu.  Ujar Rustam.

Di masa lalu, HIV lebih cenderung terkena pada orang-orang dengan perilaku resiko tinggi, seperti PSK, pengguna narkoba. Namun sekarang telah menjangkiti golongan orang-orang resiko rendah, contohnya ibu rumah tangga dan bayi. Lanjut Rustam.

Sedangkan Lis Darmansyah dalam sambutannya lebih menekankan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap HIV. “Pengetahuan tentang HIV di masyarakat masih minim, sehingga perlu diberikan pemahaman tentang bahayanya dan cara penularan penyakit ini, sehingga tahu kemana mereka bisa mendapatkan konseling dan tentunya adanya pendampingan oleh komunitas peduli AIDS”, ujar Lis.

Kedepan perlu diadakan lebih banyak lagi sosialisasi tentang HIV/AIDS kepada warga masyarakat awam yang melibatkan Pemerintah Daerah dan para stake holder lainnya di lintas sektoral. Saya harapkan lokakarya ini akan memberikan dampak baik kepada para peserta, fasilitator maupun dampak yang lebih luas kepada masyarakat”. Tutup Lis.

Untuk diketahui ARV (anti retroviral) adalah sejenis obat yang diberikan kepada pengidap HIV, supaya kekebalan tubuhnya meningkat sehingga dapat menekan pertumbuhan HIV dan menghindari penularan kepada orang lain. ARV diberikan secara berkesinambungan, tidak boleh putus-putus selama hidup penderita, sehingga diperlukan pendampingan oleh para stake holder secara berkelanjutan pula.***(HMS)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *