Kediri – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan anggota aktif TNI yang menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa dinilai melanggar ketentuan undang-undang.

Oleh karena itu, anggota aktif TNI yang ingin masuk ke lembaga antirasuah itu harus mengajukan pensiun dini, sehingga menanggalkan korps TNI AD dan sudah menjadi warga sipil.

“Kalau TNI masuk ke KPK bisa dinilai melanggar undang-undang karena hanya sembilan lembaga saja yang bisa menjadi penyidik KPK di antaranya BIN, Polri, dan Kejaksaan, sedangkan TNI tidak termasuk,” ujar Kasad saat bertandang ke Markas Komando Batalyon Infanteri (Mako Yonif) 527 Baladibya Yudha (BY) Laba-laba, Lumajang, Jatim, Selasa (19/5) sore.

Gatot menyatakan hal itu untuk meluruskan pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko tentang kesiapan anggota TNI yang dipinang masuk menjadi Sekjen KPK.

Kasad menjelaskan, bahwa mereka yang akan direkrut menjadi anggota KPK harus sudah berganti status menjadi warga sipil.

Dengan mengajukan pensiun dini, maka status yang bersangkutan sudah bukan lagi anggota TNI.

“Kalau dipaksakan TNI masuk menjadi anggota penyidik KPK seperti Kepolisian misalnya, maka aturan perundang-undangnya harus diubah karena keterlibatan TNI dalam membantu tugas KPK harus diatur melalui undang-undang,” ujar Gatot.

Ia mengatakan, anggota TNI AD yang memiliki kemampuan untuk menjadi penyidik biasanya berasal dari Polisi Militer (POM) TNI, namun sejauh ini penyidik POM hanya menangani kasus-kasus kejahatan kriminal biasa yang dilakukan anggota.

“Lha di KPK memiliki tugas yang sangat luas dan khusus, sehingga penyidik TNI belum siap dan perlu adaptasi yang lama untuk menjadi penyidik lembaga antirasuah itu,” katanya.

Wacana pelibatan anggota TNI dalam operasional KPK muncul setelah Polri mengancam akan menarik para penyidiknya dari KPK.

Desakan agar personel TNI masuk ke KPK menguat setelah Polri dinilai melakukan kriminalisasi sejumlah pemimpin dan penyidik KPK.

Suara Pembaruan

Aries Sudiono/FEB

Suara Pembaruan