Gubernur Hasilkan Tiga Target Dalam Rapat Dengan PLN

RAPATTANJUNGPINANG-(BT)-Permasalahan listrik di Tanjungpinang diyakini teratasi sebelum puasa Ramadhan ini. Hal ini terlihat dari hasil rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur H Muhammad Sani, ternotulensi bahwa hingga pertengahan Juni nanti, percepatan dan optimalisasi sumber kelistrikan selesai.

 Dalam rapat di Lantai 7 Gedung Graha Kepri, Senin (18/5/2015) pagi itu, terdapat target untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam penyelesaian kelistrikan di Tanjungpinang. Untuk jangka pendek, yang diyakini tuntas pada 16 Juni nanti, terdapat tiga target. Yang pertama, optimalisasi PLMTG Tekojo dari 6 MW menjadi 12 MW continue 24 jam dengan target penyelesaian 12 Juni 2015. Target jangka pendek kedua, yaitu percepatan pembangunan PLTMG Dompak dengan kapasitas 3 MW + 4 MW dan dijawalkan beroperasi secara bertahap mulai pertengahan Juni 2015. Target ketiga percepatan penyelesaian perbaikan PLTU Galang Batang, yang dijadwalkan beroperasi pada 16 Juni 2015 dengan kapasitas 10 MW.

Selain Gubernur dari Pemprov Kepri hadir Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum, Kadis Pertambangan dan Energi Rahminuddin. Dari PLN, hadir antara lain GM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Feby Joko Priharto, GM PLN UIP II Robert Purba, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam Ardian Cholid dan Manejer PLN Tanjungpinang Majuddin. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sani kembali menekankan agar listrik di Tanjungpinang tidak krisis lagi. Apalagi, dalam pertemuan awal Mei lalu, PLN berjanji tidak ada pemadaman listrik lagi. Tapi kenyataan di lapangan, listrik mati berkali kali.”Segera antisipasi. Jangan mati-mati lagi karena ini sudah mau Ramadhan,” tegas Gubernur.

Selain target jangka pendek, pertemuan itu juga menghasilkan target jangka menengah agar krisis listrik segera teratasi yaitu interkoneksi listrik Batam-Bintan. Sejumlah kendala, sesegera mungkin diatasi agar interkoneksi berlangsung lancar. Misalnya, terdapat proses dan prosedur mekanisme konsinyasi empat tapak tower, yaitu untuk tower nomor 2,3,4 dan 14 dalam rangka interkoneksi ini yang diproses di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dalam pertemuan itu, Gubernur langsung menghubungi Kepala Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk mempercepat proses konsinyasi dimaksud. Kendala lain yang muncul termasuk adanya 10 tenaga kerja asing (VISCAS) yang sedang mengadakan pekerjaan jointing kabel laut dan kabel darat yang ditunda prosesnya. Dalam kesempatan itu, Pemprov Kepri akan berkoordinasi dengan Pemko Batam, melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Batam untuk mempercepat proses perizinan yang didalamnya termasuk lima orang engineer dari Jepang.

Sementara itu, untuk persoalan kepemilikan tapak tower nomor 7, 8, 9 milik PT Perumnas dan warga masyarakat, Gubernur minta pekerjaan tetap dilaksanakan dengan terus berkooordinasi dengan instansi terkait. Pertemuan itu juga mempertegas bahwa tower Tanjung Taloh-Tanjung Uban diperkirakan selesai pada pekan ketiga Juni ini. Dengan demikian, pengaliran listrik ke Pulau Bintan diperkirakan bisa dimulai pada akhir Juni 2015. “Seluruh kegiatan ini diperkirakan dapat dienergize satu sirkit pada akhir Juni 2015 dan tegangan 150 kV akan sampai di Gardu induk Tanjunguban, untuk selanjutnya disalurkan oleh area Tanjungpinang melalui tegangan menengah 20 kV kepada masyarakat,” kata Rahminuddin mengutip hasil rapat. Dalam pada itu, target Jangka panjang adalah tersalurnya semua listrik ke masyarakat. Target itu adalah penyelesaian interkoneski Batam-Bintan 150 kV dari gardu induk Tanjunguban sampai ke gardu induk Kijang. Targetnya diperkirakan sampai akhir 2016.

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *