4 Lurah Beradu Kemampuan Perebutkan Gelar Kelurahan Terbaik Tahun 2015

TANJUNGPINANG-(BT)-Lomba kelurahan terbaik tahun 2015 kembali dilaksanakan. Empat kelurahan terbaik dari masing-masing kecamatan yang berhasil menjadi perwakilan kecamatannya yaitu Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kelurahan Bukit Cermin, Kelurahan Melayu Kota Piring, dan Kelurahan Tanjung Ayun Sakti. Lomba ini sendiri dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat peran aktif lurah dan lembaga  kemasyarakat terkait kinerjanya dalam pembangunan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH Kamis (7/5), di aula SMKN 1.

Untuk tahun 2014 silam, pemenang lomba kelurahan terbaik diraih oleh Kelurahan Kampung Bulang yang juga berhasil menempati peringkat ke-2 Kelurahan Terbaik tingkat Provinsi Kepri. Dikatakan Wan Kamar selaku Kepala Badan Kesbangpol Penmas yang menyelenggarakan kegiatan ini, ada 3 materi lomba yaitu ekspose dari Lurah, tanya jawab oleh Walikota dan pejabat yang hadir, serta peninjauan langsung ke lapangan oleh tim juri.

Untuk ekspose dan tanya Jawab dilakukan langsung usai pembukaan. Sedangkan peninjauan lapangan dilakukan keesokan harinya. Adapun kategori penilaian terdiri dari 8 bidang, yaitu bidang pendidikan, bidang kesra, bidang ekonomi masyarakat, bidang ketertiban dan keamanan, partisipasi masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan kelurahan, lembaga pemasyarakatan, serta pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Walikota menegaskan, Lurah tidak hanya dinilai dari bagusnya pemaparan tapi juga implementasinya sesuai dengan kondisi dilapangan. “Membuat teori itu mudah, tapi mengimplementasikannya kedalam praktek itu yang sulit.” Ujar Lis. Lebih lanjut dikatakan Lis, pelayana  prima yang harus dilakukan oleh kelurahan haruslah efisien, mudah bagi masyarakat, dan dilakukan secara transparan. “Kepuasan itu tidak bisa dilihat, tapi dirasakan. Sama seperti kita merasakan angin sepoi-sepoi.” Katanya lagi.

Dalam kesempatannya memberikan pertanyaan, Lis mengajukan 5 pertanyaan kepada para Lurah dan masing-masing memberikan jawaban yang berbeda-beda. Adapun pertanyaan yang dilontarkan adalah sinergitas apa saja yang sudah dilakukan oleh para lurah dengan kelurahan tetangga, potensi ekonomi kerakyatan apa saja yang dapat diandalkan untuk menunjang peningkatan perekonomian keluarga, program inovatif apa saja yang akan direncanakan dan dilakukan dalam penyelenggaraan pemerintahan, apa kelemahan dan kelebihan kelurahan masing-masing, serta langkah-langlah apa saja yang dilakukan dalam mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat).

Jawaban para lurah mendapat sambutan yang antusias dari para supporter kelurahan masing-masing yang mendukung kelurahannya. Namun, sambil bercanda Lis juga mengingatkan kepada para juri agar tidak terpengaruh gempitanya suara supporter, karena bagus atau tidaknya kelurahan harus dinilai dari kategori yang telah ditetapkan.***

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *