Pemprov Kepri Perketat Pinjaman ,Khusus untuk Pengusaha Kecil

PINJAMANTANJUNGPINANG (bt)- Pemerintah Provinsi Kepri (Pemprov Kepri ) akan memperketat pemberian pinjaman kepada Pengusaha Kecil dan Menengah dalam rangka menyelamatkan uang negara.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri mendengarkan pandangan fraksi terhadap peran Perda Jamkrida, Pemberlakuan Distribusi Rumah Sakit dan Penyidik bagian Pegawai Negri Sipil di Ruang Rapat DPRD Kepri Dompak, Senin (23/2).”Banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMK) yang mendapat bantuan dana bergulir, namun kenyataannya jarang yang mengembalikannya. Untuk itu, perlu lembaga yang dapat memberikan jaminan agar dana tersebut dikembalikan ke kas daerah,” ungkap Jumaga Nadeak.Jumaga menambahkan, pengembalian dana pinjaman bergulir ke kas daerah itu tidak mencapai 40 persen. Sehingga hal tersebut menimbulkan permasalahan, karena pinjaman kredit tersebut tidak seperti dana hibah yang diberikan kepada organisasi tertentu.”Kalau dana hibah tidak perlu dikembalikan, tetapi kalau pinjaman perkreditan harus dikembalikan,” jelasnya lagi.

Ia menerangkan, pinjaman perkreditan untuk Pengusaha Kecil dan Menengah itu seharusnya perlu diperkuat dengan payung hukum. Pihak eksekutif sudah menyerahkan Ranperda Penjaminan Kredit UMK kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri.

Pasalnya, Lembaga Penjamin Kredit sangat dibutuhkan untuk mempermudah pihak eksekutif bekerja dan menyelamatkan uang negara yang dipinjam pelaku UMK tersebut. Selain hal tersebut, Jumaga juga mengatakan bahwa penentuan tarif rumah sakit harus disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini.

Kedepannya, pihaknya juga kembali melaksanakan rapat paripurna lanjutan pada tanggal 26 Februari 2015 mendatang dengan agenda mendengarkan pendapat pihak eksekutif. Dan dilanjutkan dengan membentuk panitia khusus untuk itu.(HKcw99)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *