Disperindag Tarik Gas 3 Kg dari Warung

TANJUNGPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang mengancam bakal menarik tabung gas subsidi 3 kilogram yang tersebar di warung-warung tak berizin yang ada di Tanjungpinang.

Rencananya, pemerintah juga akan menindak tegas agen resmi jika kedapatan sengaja memperjualbelikan tabung gas 3 Kg itu di kios atau warung yang tak mengantongi izin.Meski hingga, Sabtu (21/2) belum ada tindakan pihak terkait, namun sosialisasi untuk ditariknya tabung gas tersebut secara paksa telah dilakukan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto melalui stafnya, Gilang Ikhsan Pratama menjelaskan, ketentuan itu telah sesuai atas instruksi SK Dirjen Migas. Pembinaan itu dijelaskannya sudah ada di 2012 akhir. Karena belum tersosialisasikan dan terealisasi dengan baik, maka tahun 2015 ini akan digalakkan lagi.

”Jalurnya itu boleh kalau agen, pangkalan langsung ke masyarakat. Jadi kalau kios yang tidak memiliki izin pangkalan kita berikan dulu pembinaan. Kita bukan hanya menegur kedainya. Tapi pangkalan (agen pengecer, red) gas 3 Kg juga. Sebetulnya yang kami tegur pertama kali itu adalah agen dan selanjutnya pangkalan, baru agen seperti warung yang tidak memiliki izin. Sanksinya itu ada pencabutan SIUP,” terang Gilang.

Adapun alasan untuk penertiban itu, Gilang menjelaskan, untuk berjaga-jaga agar kuota persediaan gas aman sekaligus menghindari adanya penumpukan gas dan harga yang tidak stabil. Sebab, selama ini cenderung ada kenaikan harga yang bisa jadi disebabkan perubahan harga yang melambung di warung-warung.

Sementara dalam kebijakan ini, pemerintah menghadapi protes dari beberapa ibu rumah tangga. Untuk itu, Gilang mengharapkan konsumen dapat mengerti upaya yang dilakukan pemerintah agar pendistribusian gas 3 Kg bisa berjalan stabil.

”Pertanyaan itu sering terlontar kepada kami. Ibu-ibu jadi kesulitan membeli karen kejauhan. Tapi, kami harus menyelamatkan kuota gas dari pada penjualan orang kedai. Ketika terjadi kelangkaan gas 3 kilogram siapa yang mau disalahkan? ungkapnya.

Pemerintah mencoba menyelamatkan kuota gas Tanjungpinang secara keseluruhan. Jadi intinya ini juga agar mengembalikan harga tabung gas yang sesuai. Di pangkalan harganya Rp 15 ribu. Nanti kalau sudah sampai warung bisa Rp 18 ribu.

Menurut aturan SK Dirjen Migas, penjualan gas di warung yang tidak memiliki izin tak diperkenankan. Oleh karena itu, pembinaan dan infromasi ke warung-warung yang menjual gas tanpa izin tersebut akan terus disosialisasikan dalam waktu terdekat.

Gilang menyebutkan, tiga minggu belakangan ini, pihaknya sudah turun ke lapangan melakukan sosialisasi plus pembinaan kepada seluruh kios atau pangkalan yang menjual gas subsidi 3 kilogram, termasuk yang menjual tanpa izin pangkalan.Gilang membeberkan, ancaman bakal memulangkan tabung gas subsidi yang diperjualbelikan di kios/pangkalan gas tanpa izin, itu akan diberlakukan dua minggu ke depan mendatang.

”Penjualan gas subsidi hanya sampai tingkat pangkalan resmi. Itu idealnya. Nanti satu atau dua minggu kemudian, kalau kami turun ke lapangan lagi dan masih ada yang jual, maka mohon maaf, kita ambil gasnya kita pulangkan ke agen,” tegas Gilang. (ika/Tanjungpinangpos.co.id)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *