Hamili ABG, Pria Beristri Divonis 7 Tahun

17-18feb15 tpi  hukrim ft terdakwa cabul

TANJUNGPINANG (bt)- Pembayun Eko Putro alias Eko (25), pria beristri dan beranak satu ini hanya bisa terdiam, ketika majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menjatuhkan vonis selama 7 tahun.

Terdakwa divonis karena dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap Mawar (16), anak baru gede (ABG) dan masih di bawah umur hingga korban hamil dan melahirkan bayi, dalam sidang di Pengdilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (17/2).

Selain vonis tersebut, terdakwa juga dikenakan denda Rp80 juta subsider 1 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Zaldi Akri SH sebelumnya selama 9 tahun, denda Rp80 juta subsider 3 bulan penjara.

Hakim menilai terdakwa Eko terbukti bersalah sebagaimana dakwaan tunggal yang disampaikan JPU, serta diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi, termasuk terdakwa dalam persidangan.

“Terdakwa diyakini bersalah melanggar Pasal 81 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan,” ungkap majelis hakim Dame Parulian SH MH, didampingi Iwan irawan SH dan Sugeng SH.

Terhadap vonis tersebut, terdakwa hanya menyatakan fikir-fikir. Hal sama juga disampaikan JPU, sesuai batas waktu satu minggu yang diberikan oleh majelis hakim.

Dalam sidang terungkap, bahwa antara terdakwa dan korban diketahui telah sempat berpacaran, sehingga dengan dalih suka sama suka, mereka nekat melakukan hubungan layaknya suami istri hingga korban hamil dan melahirkan.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa sejak Maret 2014 hingga April tahun yang sama di beberapa penginapan dan tempat yang berbeda di Tanjungpinang.

Perbuatan terlarang itu pertama kali dilakukan ketika mereka menginap di salah satu wisma yang berada di Tanjungpinang. Hal itu dilakukan terdakawa dan korban setiap malam minggu, setelah bertemu dan menginap di dalam wisma yang disepakati sebelumnya.

Perbuatan terlarang tersebut berlanjut di beberapa wisma lain, hingga akhirnya korban yang sudah putus sekolah dan masih di bawah umur ini hamil.

Kehamilan ini pertama kali diketahui kerabat korban setelah sebelumnya, korban mengalami kecelakaan.

Saat itu, korban yang tinggal dengan neneknya di Tanjungpinang ini dibujuk kerabat perempuannya untuk mengetahui siapa yang telah menghamilinya agar dimintai pertanggungjawaban.

Hasil penelusuaran keluarga korban, akhirnya berhasil menemukan terdakwa. Ketika itu, terdakwa mengaku siap menikahi korban, namun dengan dengan cara nikah di bawah tangan (siri-red).

Namun upaya terdakwa tersebut ditolak oleh orang tua korban yang bekerja sebagai TKI di Malaysia. Mereka menginginkan terdakwa menikahi korban secara sah.

Ditagih seperti itu, terdakwa sempat menyanggupi permintaan tersebut dengan syarat setelah dirinya bercerai dengan istrinya yang sampai saat ini masih bergulir di pengadilan.

Namun hingga beberapa bulan, terdakwa sepertinya dinilai tidak bersedia menikahi korban, hingga keluarga korban sepakat melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib.( HK nel)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *