Batam Sabu Senilai Rp1 M Dimusnahkan

01-12feb15 pemusnahan bb  1BATAM (bt)- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri memusnahkan barang bukti hasil tangkapan sabu seberat 594 gram senilai Rp1 miliar di Aula Polda Kepri, Rabu (11/2) pagi.

Selain itu, juga ikut dimusnahkan barang bukti 608 butir pil ekstasi warna coklat serta warna pink dan 478 pil happy five. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dicampur atau dilarutkan dengan menggunakan air dan selanjutnya dibuang ke sefety tank Polda Kepri.

Pemusanhakan berbagai barang bukti penyalahgunaan narkotika dan psikotropika golongan satu hingga obat terlarang ini dihadiri sejumlah pejabat. Mereka adalah dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Pengadilan Negeri(PN) Batam, Kejaksaan Negeri Batam, BPOM Kepri , Bea dan Cukai Batam, Ditpam BP Batam dan Granat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Wiyarso mengatakan narkotika jenis sabu yang dimusnahkan itu merupakan hasil tangkapan dari tersangka Shamsury alias Satar. Tersangka ditangkap di pelabuhan fery Internasional Batam Centre saat baru tiba dari Malaysia. Sementara ektasi dan happy five adalah barang bukti dari tersangka Stenley alias Koko. Tersangka ditangkap saat melakukan transaksi di Bundaran Bandara Hangnadim, Batam, pada Januari 2015 lalu.

“Tersangka Syamsury dan Stenlay merupakan kurir sabu yang bekerja di Malaysia,” kata Kombes Wiyarso, kemarin.

Wiyarso mengatakan, untuk meminimalisir peredaran narkoba di Kepri, polisi akan terus melakukan pengawasan baik melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus (tak resmi) yang ada di Kepri, meski dengan segala keterbatasan personil. Namun demikian kepolisian tetap melakukan koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) maupun petugas custumnya, Kepala Pelabuhan, Syahbandar, Beadan Cukai ,Ditpam dan BNNP Kepri untuk bersama melakukan pencegahan dan penumpasan narkotika tersebut.

Kata Wiyarso, modus pemasukan barang haram melalui Batam selalu berubah-ubah dan cenderung memanfaatkan pekerja yang ada di Malaysia. Seperti TKI yang mengunakan paspor pelancong dan saat pulang ke Indonesia lewat pelabuhan fery Batam Centre mereka ditawarkan dengan upah yang menggiurkan.

“Sepanjang awal Januari ini saja kami sudah ada 12 kasus narkoba dan tersangka ada dari WNI dan WN Malaysia dan penangkapan bandar dan kurir ini baru pertama di awal bulan Februari ini,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri AKBP Pol Hartono mengatakan untuk mengungkap peredaran narkoba, bukan hanya tanggung jawab polisi saja, tapi juga ada peran masyarakat untuk membantu kepolisian dalam hal informasi. Sebab peredaran narkoba sudah sangat memprihatinkan di Indonesia, apalagi saat ini sudah menjangkau sampai ke perumahan atau pemukiman penduduk.

Salah satu adalah warga menemukan sabu seberat 776 gram di Kavling Sambau, Kecamatan Nongsa. Untuk kasus ini polisi mengalami kesulitan mengungkap kasus tersebut karenak minimnya informasi dari warga yang ada di sana.

“Peran aktif masyarakat dalam informasi adanya peredaran narkoba di wilayahnya sangat diperlukan untuk menangkap pelaku,” harapnya. (HKpar)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *