Program BPJS Minim Sosialisasi di Tanjungpinang dan Bintan ,Berobat Tetap Bayar Sendiri

BPJS KESEHATAN
TANJUNGPINANG- (bt)- Sampai saat ini, masyarakat Tanjungpinang dan Bintan masih mengeluhkan kinerja Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS), terutama dalam mendapatkan hak untuk biaya pengobatan.
Kondisi ini dikarenakan karena minimnya sosialisasi yang dilakukan baik melalui media, RRI maupun menyentuh langsung ke masyarakat pihak BPJS terhadap masyarakat, terutama cara pengurusan dan juga mendapatkan hak jaminan kesehatan.Seperti halnya yang terjadi dengan salah satu pasien bernama Jamaluddin, warga Kelurahan Sei Jang, Jalan Sei Serai Tanjungpinang.Menurut Hendra, anak kandung Jamaluddin, orangtuanya merupakan pasien resmi mengantongi kartu BPJS. Namun, ketika berobat, kartu tersebut tidak dapat digunakan. Bahkan, biaya dokter termasuk obat dibayar full tanpa potongan seperserpun.”Kartu BPJS ini buat apa. Padahal kami bayar per bulannya. Sekali ambil obat ratusan ribu biayanya,” sambung Hendra.Hal serupa juga terjadi kepada Khatijah, warga jalan Barek Motor Kijang Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Ibu berumur sekitar 45 tahun ini menderita penyakit diabetes (gula) dan sempat masuk Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) sejak Selasa (3/2) lalu.Setelah dirawat dan didiagnosa oleh dokter RSAL, dua ibu jari kaki sebelah kiri ibu ini harus diamputasi, karena kalau tidak dikhawatirkan penyakit gula tersebut bisa naik dan berakibat fatal.

Adik pasien Ayu menuturkan, sejak dirawat di RSAL biaya perobatan harus ditanggung oleh pihak keluarga, karena Khatijah masih dikategorikan sebagai pasien umum.

“Kami sudah mengurus dan mendaftarkan kakak saya (Khatijah-red) ke BPJS Kijang sejak Senin (2/2) lalu.

Namun, ia bingung apakah kartu BPJS tersebut bisa keluar cepat, karena tanggungan biaya berobat sudah banyak, apalagi sampai mau diamputasi. Begitu juga kalau kartu BPJS tersebut sudah keluar apakah bisa diklaim atau tidak, karena sampai sekarang baik saudara dan tetangganya mengaku tidak mengerti apa itu BPJS.

Kepala Kantor Layanan BPJS Operasional Kabupaten Bintan, Joko Hartoyo dikonfirmasi mengatakan, sebelum kartu BPJS keluar dan didaftarkan, maka si pasien masih masuk dalam kategori peserta umum.

BPJS kata dia, tidak menanggung segala biaya perobatan dan lainnya selagi masih dalam proses pengurusan untuk mendapatkan kartu BPJS.

“Kita berharap warga yang masih dalam keadaan sehat sebelum sakit untuk segera mengurus BPJS, karena aturan dari perusahaan kartu BPJS bisa keluar setelah satu minggu. Setelah kartu aktif, maka baru bisa mendaftar di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan sesuai dengan rujukan dokter,” terang Joko.(HK yan/eza)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *