Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 8 Persen

TANJUNGPINANG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Dumangar Hutauruk mengakui, bahwa pada tahun 2014, khususnya pada triwulan ke IV belum bisa memenuhi target yang diharapkan Gubernur Kepri, HM Sani tentang pertumbuhan ekonomi.

“Secara keseluruhan, sepanjang 2014 (triwulan I-IV), pertumbuhan ekonomi berada di angka 8 persen. Sedangkan target Pak Gubernur, pertembuhan ekonomi harus 10 persen. Ini yang belum tercapai,” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (5/2).

Kata Dumangat, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di triwulan ke IV (Oktober-Desember) tahun 2014, mengalami peningkatan sebesar 2,60 persen dibandingkan dengan triwulan ke III (Juli-September) di tahun yang sama. Tapi, jika dibandingkan dengan tahun 2013 lalu, khususnya pada triwulan ke IV mengalami peningkatan sebesar 7,32 persen.

“Perbandingan triwulan IV tahun 2013 dan triwulan ke IV di tahun 2014, peningkatannya cukup siginifikan, yakni 7,32 persen. Itu membandingkan di tiga bulan terakhir di dua tahun berbeda,” paparnya.

Dumangat menambahkan, terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di tahun lalu, disebabkan beberapa faktor, seperti penyediaan akomodasi dan makanan minum, lalu perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor serta pertumbuhan di sektor konstruksi.

“Usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan makan minum dan akomodasi,” sebutnya.

Ia berharap ke depan, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi makro di Kepri, pemerintah dapat membantu menyediakan lokasi atau tempat berinvestasi. Selain itu, pemerintah juga harus bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para investor, baik Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Semua ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri,” tutupnya. (Tanjungpinangpos.co.id)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *