11 TKI Tenggelam, Pemilik Boat Ditangkap

UTAMA-f-jendaras-karloan-Tiga-orang-pemilik-kapal-yang-mengantar-TKI-yang-tenggelam-di-perairan-Berakit-saat-diamankan-kepolisian-Minggu-4-Januari-2015-oleh-Jendaras-KarloanBintan _(bt)_ Tiga orang yang dianggap bertanggung jawab atas usaha pengiriman TKI ilegal yang tenggelam beberapa waktu lalu di tangkap polisi pada, Minggu (4/1) dinihari.

Ketiga orang yang ditangkap itu masing-masing Samsul Bahri, Samsuriadi dan Khaidir. Ketiganya ditangkap oleh Satreskrim Polres Bintan dan Polsek Bintan Utara terkait pengiriman TKI secara ilegal dan tenggelam di perairan Berakit, Bintan baru-baru ini. Ketiga pengusaha TKI itu merupakan warga Teluk Merbau, desa Berakit, Teluksebong.

Informasinya, ketiganya ditangkap saat sedang berada di penginapan Cendana, Batam Centre. Dari 11 TKI yang mereka kirim, 5 orang selamat dan lima orang ditemukan tewas serta satu orang di antaranya masih hilang.Kapolsek Bintan Utara, Kompol Joko Prianto mengakui pihaknya telah mengamankan 3 orang terkait tenggelamnya kapal yang mengangkut TKI di perairan Sumpat, desa Berakit yang ditemukan pada Senin (29/12) lalu.

“Ada tiga tersangka yang sudah kita amankan. Ketiganya, kita amankan tanpa perlawanan. Saat ini masih dalam pemeriksaan, sehingga kita belum memastikan sangkaan apa untuk mereka,” terangnya.

Sementara itu, dari wawancara oleh salah satu orang yang diamankan, Samsul Bahri, didapat informasi bahwa ketiga orang yang diamankan tersebut merupakan pemilik boat yang mengangkut TKI dari Berakit menuju Malaysia.

“Itu boat kami bertiga, kongsi. Boat itu terbuat dari fiberglass dengan 2 mesin berkekuatan masing-masing sebesar 115 PK,” terangnya.

Diakui pria ini, mereka bertiga sudah setahun terakhir melakukan bisnis ilegal tersebut. Selama ini, ia menjemput TKI dari Malaysia yang akan pulang ke Indonesia melalui Berakit.

“Baru kali ini saja kami mengantar ke Malaysia, biasanya kami jemput dari sana (Malaysia),” akunya.

Dijelaskannya bahwa pada Sabtu (27/12) sore pukul 18.00 WIB, pihaknya memberangkatkan sebanyak 8 TKI menuju Malaysia yang ditemani oleh 2 klasi dan 1 Tekong, kemudian pada pukul 20.00 WIB ia ditelepon oleh tekong bahwa mesin boat mati dan mereka terombang ambing di lautan.

“Dari pukul 8 malam sampai jam 5 subuh kami masih kontak dengan tekong untuk mengupayakan pertolongan. Kami juga sempat menggunakan pompong untuk menjemput, namun tak sampai dan balik arah karena ombak sangat besar. Lepas jam 5 kami sudah hilang kontak,” jelasnya.

Pada saat siang harinya, ia mengaku mendengar ada 5 TKI yang diselamatkan nelayan yang pasang jaring, kemudian tidak lama ia mendengar ada seorang TKI yang ditemukan tewas, sejak itu ia bersama 2 rekannya langsung melarikan diri.

“Kami ke Tanjungpinang dahulu, kemudian naik mobil menuju Tanjunguban dan dari pelabuhan Teluksasah kami menggunakan pompong menuju Batam, kami lari karena takut usai mendengar ada TKI yang tewas,” ucapnya.(Jendaras)

sumber:tanjungpinangpos

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *