Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Melambung

19-25 nopember 2014 pedagang cabai

TANJUNGPINANG (bt)- Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah langsung memicu kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pangan di sejumlah pasar di Kota Tanjungpinang.Kebutuhan pangan yang melambung tersebut yakni cabai dan sayuran. Bahkan naiknya mencapai 50 persen dari harga sebelumnya.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Kepri, Syed Muhammad Taufik, mengatakan naiknya harga BBM, menimbulkan juga kenaikan terhadap harga barang pokok.Bahkan kenaikan barang pokok ini terjadi dua minggu sebelum diumumkannya kenaikan harga BBM. Hal ini juga terjadi dikarenakan pasokan barang berkurang lantaran kondisi cuaca.

“Harga kebutuhan pokok seperti sembako rata-rata kenaikan masih di bawah 10 persen. Namun yang kenaikannya tinggi ada pada komoditi cabe dan sayuran hingga 50 persen kenaikannya. Di pasar harga cabe merah tembus dengan harga Rp75 ribu sampai Rp80 ribu perkilo gramnya. Sedangkan harga sayuran ada yang mencapai Rp13 ribu,” ungkap Taufik saat dijumpai Haluan Kepri, Senin (24/11).

Dijelaskannya, harga cabai naik karena produksi atau pasokan turun. Apabila ketersediaan normal, harganya akan kembali normal lagi. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya sedikit fluktuatif atau naik di bawah 10 persen.

Terjadinya kenaikan pada sejumlah komoditas di pasar, sebut Taufik, disebabkan karena naiknya biaya transportasi. Apalagi komiditas-komoditas tersebut didatangkan dari luar daerah. Komoditas lain yang juga sedikit naik adalah harga sayur mayur. Akan tetapi kenaikannya juga masih dalam batas yang wajar.

“Dengan demikian harga-harga barang dipasaran masih terkendali. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan operasi pasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Taufik menyebut, barang-barang sembako lainnya yang terjadi kenaikan adalah beras. Kenaikan tersebut hanya pada varian tertentu. Misalnya, beras merek Gajah Merah, Anak Terbang, dan beras Padang Raya. Seperti beras Gajah Merah terjadi kenaikan harga Rp15 ribu per 25 kilo gram. Pada saat ini, harga di pasaran sekitar Rp270 ribu.

“Berdasarkan perhitungan, kenaikannya sekitar Rp600 rupiah perkilo gram. Saya yakin, para ibu-ibu rumah tangga dengan kenaikan BBM ini semuanya menyesuaikan. Kami melihat perkembangan di lapangan. Kalau memang perlu akan dilakukan operasi pasar,” tambahnya.

Disebutkannya juga, apabila tidak ada halangan, besok (hari ini-red) akan dilakukan rapat Koordinasi Pebahasan Pendistribusian sembako di wilayah Free Trade Zone (FTZ) dan wilayah non FTZ. Karena terkendala pada masalah rentang kedali. Hanya Anambas dan Natuna yang tidak ikut dalam rapat itu nanti.

“Kalau untuk persediaan stok beras kita di Bulog bisa memenuhi kebutuhan tiga bulan ke depan,” tutupnya. (cw72)

sumber:haluankepri.com

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *