Gubernur Berharap Kepri Tetap Kondusif

msaniTANJUNGPINANG (bt)- Gubernur Kepri, H Muhammad Sani sangat berharap kondisi Provinsi Kepri tetap kondusif pasca bentrokan antara TNI-AD dan Polri di Batam beberapa waktu kemarin. Ia berencana berusaha mencairkan suasana dengan memupuk kebersamaan dengan kegiatan yang positif.
“Kita harapkan tidak sampai terjadi hingga meluas. Dan sampai saat ini Batam masih dalam situasi aman terkendali,” ungkap HM Sani usai mengikuti sidang Paripurna HUT Provinsi Kepri ke 12 di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Dompak, Rabu (24/9).

Diungkapkanya, bahwa dirinya telah meminta kepada para petinggi TNI AD dan Polri, pasca terjadinya ketegangan atara kedua belah pihak di Batam agar diagendakan ajang hiburan bersama demi kembali menciptakan kekompakan.

“Hal ini bertujuan, untuk mencairkan masalah. Kita coba, dalam hari ABRI nanti, kita pertemukan untuk memupuk kebersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti bernyanyi bersama-sama dalam hiburan,” saran Sani.

Terkait persoalan yang terjadi di internal TNI AD dan Polri, hendaknya diselesaikan secara bijak. Sehingga tidak menimbukan sesuatu yang tidak diinginkan.

“Dan ke depannya kita pikirkan apa yang terbaik untuk kebersaman. Sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan pula,” pungkas Sani.

Ia berharap, setiap permasalahan yang terjadi hendaknya bisa diselesaikan dengan bijak. Apalagi dalam perkara antara TNI-Polri ini sudah ada tim yang dibentuk. Sehingga penanganan masalah cepat selesai.

“Kita percayakan kepada tim yang ditunjuk,” sambung Sani.

Sementara itu, Komandan Korem 033/WP, Bujang Zuirman mengakui tertembaknya empat anggota Yonif 134 TS didepan Mako Brimob Polda Kepri beberapa waktu lalu memang menimbulkan riak-riak di internal TNI AD. Akan tetapi sebagai pimpinan, ia juga bertanggungjawab untuk mengawal situasi supaya aman dan terkendali.

“Riak-riak memang ada, bukan hanya di Kepri tapi juga daerah lainnya. Tapi sudah menjadi tanggungjawab moral seorang pimpinan untuk mengawal situasi internal selalu terkendali,” ujar Zuirman di tempat yang sama.

Untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi ini, sudah ada tim investigasi yang dibentuk. Sebagai pimpinan ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada tim investigasi untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga tidak ada lagi, gesekan-gesekan.

“Yang jelas KSAD sudah perintahkan tidak akan ada tindakan balasan. Dan itu adalah perintah yang harus kita turuti. Dari setiap persoalan ada hikmah yang dipetik. Dalam kasus ini juga begitu,” tutupnya. (haluankepricw72)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *