Pemasangan Spanduk dan Baliho di Tanjungpinang Dibatasi

(pic Tribun Batam/Argianto D. A. Nugroho)

TANJUNGPINANG – Pemasangan panduk dan papan baliho di Kota Tanjungpinang akan diberikan batas waktu. Hal ini dilakukan untuk mencegah akibat buruk jika papan baliho tersebut tumbang dan merugikan orang lain.

Pemberian batas umur baliho ini dikatakan Riono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Jumat (12/9/2014) siang.

Menurutnya, jika selama ini kebanyakan baliho itu dibiarkan begitu saja tanpa diberikan batas waktu pengecekan apakah baliho tersebut masih layak dipasang atau tidak.

“Kita melihat kondisi di Tanjungpinang. Kita lihat sendiri, cuaca di sini terkadang tidak menentu apalagi Tanjungpinang sering terjadi musibah puting beliung. Maka dari itu, pembatasan umur baliho spanduk dan reklame memang harus dijaga,” sebut Riono.

Terkait itu, Riono mengatakan, pihaknya tengah melakukan penataan kembali tugas pokok instansi terkait dalam hal reklame ini.

Riono mengaku, sudah melakukan rapat kordinasi dengan beberapa SKPD terkait seperti DPPKAD, BP2TPM, Dinas PU dan Satpol PP selaku penegak pelaksana Perda dan kebijakan yang dibuat pemerintah.

“Kita sudah rapat dengan mereka, dalam rapat tersebut sudah kita bahas masalah reklame ini. Kita juga akan menertibkan spanduk-spanduk yang berserakan dan tidak tertib di Tanjungpinang,” tambahnya.

Selain tupoksi dari masing-masing SKPD, siapa yang bertanggung jawab dalam hal pengawasan dan perizinannya juga dipertegas. Dari dua kali rapat telah beberapa waktu lalu, menurut Riono, sudah mendapat titik permasalahan.

“Kita akan melakukan rapat final. Mudah-mudahan dalam sekali rapat lagi permasalahan ini sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Selain itu, Riono juga menyebut ada beberapa hal yang akan diperbaharui dalam peraturan walikota (Perwako) terkait masalah Reklame.

Di antaranya akan diupayakannya anggaran khusus yang digunakan untuk melakukan penertiban dan penentuan batas umur terhadap papan atau panggung reklame.

Karena dalam hal ini, dana operasional untuk penertiban sangat diperlukan untuk melakukan penertiban terhadap papan atau panggung reklame.

“Kalau pangungnya besar, tentu akan sulit dilakukan tanpa dibantu alat atau tenaga yang memadai,” tuturnya.

Terakhir Riono mengatakan, kesadaran pemilik spanduk atau reklame dalam hal ini juga sangat dibutuhkan.

Jika umur reklame tersebut sudah sampai pada batas waktunya, alangkah baiknya mereka melakukan pembongkaran sendiri.

“Setidaknya itu menghemat anggaran kita,” jelasnya.
Sumber: Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *