Polsek Bintan Utara Amankan 11 Anak Pencuri Kotak Amal

(Tribun Batam/Ahmad Yani)

TANJUNG UBAN, TRIBUN – Apes memang kotak infak atau kotak amal milik Masjid Ar Rohim di Jalan Permaisuri Tanjung Uban Bintan Kepri dicuri maling, Kamis (4/9/2014) malam.

Pengurus masjid yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Bintan Utara.

Satuan anggota Polsek Binut, langsung mencari para pelaku dan meringkus 11 orang anak yang diduga sebagai pelaku, Jumat (5/9/2014) sekitar pukul 14.00 WIB.

Para pelaku di antaranya Wr (16) sebagai bos pencuri, Ro (17), Ri (16), Rs (15), Aj (15), dan Bm (16). Mereka semua anak Kampung Mentigi dan Kampung Baru.

Selain itu  Polisi juga mengangkut Sk (14) By (13) Jh (15) De (14), Rt (15) dan Ml (15) yang kebetulan saat itu sedang bersamaan di basecamp atau tempat mangkal untuk acara bakar-bakaran.

Wr sebagai otak dan bos pencurian ketika diminta keterangan mengatakan, mulanya mereka bermain internetan di warnet. Sehabis itu, dirinya mengajak Rs, Rs, dan Ro pergi mencuri kotak amal di sebuah vihara Tanjung Uban.

Setelah masuk di vihara mereka berusaha membuka gembok dengan tang dan kunci 12. Lalu dan mencoba mengangkat kotak amal tersebut namun tidak bisa terbuka dan diangkat.

Merekapun akhirnya kembali. Dalam perjalanan mereka sepakat mencuri kotak infak Masjid Ar Rohim. Wr, Ri, dan Ro masuk ke masjid. Mereka berhasil membuka kotak amal tersebut dan sembunyikan di basecamp AMPM dekat Toko Rudi.

Dalam kotak imfak mereka mendapatkan uang Rp144 ribu dan dibagikan masing-masing mendapatkan Rp36 ribu. Uang hasil curian itu digunakan untuk membeli jajan, rokok, dan teh dingin.

Keenam pelaku mengakui kalau mereka selama ini sudah sering mencuri dan membobol toko, rumah dan masjid di Tanjung Uban, Tanjungpinang, dan Batam.

Tidak hanya itu, Wr (16) pernah juga mencabuli perempuan di bawah umur, ngelem, dan kasus perkelahian.

“Kami udah sering curi dan bobol rumah, toko, dan mesjid. Kalau aku pernah cabuli cewek di bawah umur,” ujar Wr.

Akibat dari perbuatan tersebut, para pelaku diancam pasal 363 pencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Mereka untuk sementara kita amankan di sini. Banyak di bawah umur jadi kita minta pihak badan perlindungan anak untuk bisa ke sini melihat langsung,” ujar Kanit Reskrim Polsek Binut IPDA Abdul Ajis.

 

Sumber: Laporan Wartawan Tribun Batam, Alvin Lamaberaf

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *