Distribusi Buku Kurikulum 2013 di Kabupaten Bintan Kacau-balau

Distribusi Buku Kurikulum 2013 di Kabupaten Bintan Kacau-balau
(pic Tribun Batam/Alvin Lamaberaf)

BINTAN – Sampai saat ini buku wajib kurikulum 2013 sebagian besar belum sampai ke sekolah di Kabupaten Bintan, Kepri. Buku tersebut masih menumpuk di dua tempat.

Untuk buku wajib SD masih berada di Gedung PGRI Kijang dan belum sama sekali didistribusikan. Sedangkan buku wajib SMP sebagian sudah didistribusikan dan sebagian masih menumpuk di GOR Demang Lebar Daun Kijang.

Pendistribusian buku-buki wajib ini terkesan lambat. Imbasnya proses belajar-mengajar di sekolah menjadi terganggu.

Bahkan beberapa sekolah terpaksa mengeluarkan biaya untuk memfotokopi buku wajib tersebut agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Seperti SD 001 Bintan Timur.

Sebagian sekolah lagi ada yang memilimh menjemput buku wajib tersebut ke gedung persinggahan sementara. Seperti SMP Negeri 3 Bintan.

Hal itu dilakukan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lancar. Karena dalam kurikulum 2013 setiap siswa diharuskan memegang buku wajib dalam proses belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bintan Bintan Mahfur Zurakhman yang dihubungi melalui ponsel mengaku geram dengan kinerja distributor buku wajib kurikulum 2013 tersebut. Dia menilai distributor buku kurikulum 2013 gagal.

“Saya sebutkan mereka gagal melaksanakan pendistribusian buku ini ke sekolah-sekolah,” katanya dengan nada tegas, Jumat (8/8/2014).

Bahkan dia juga mengaku telah melayangkan surat pengajuan protes kepada pihak pemenang tender. Tak hanya itu dia juga sudah mengadukan hal tersebut ke Direktorat Jendral Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau sekarang saja terlambat semester dua juga bisa dipastikan terlambat. Makanya kita sudah sampaikan ke Dirjen Pendidikan Kemendikbud,” katanya.

Pantauan Tribun Batam di Gedung PGRI Kijang belum terlihat adanya tanda-tanda buku wajib SD itu akan didistribusikan.

Buku-buku itu masih tersusun rapi didalam gedung. Pintu gedung terkunci rapat. Informasi yang diperoleh Tribun Batam sebagian buku wajib SD belum tiba. Sehingga buku-buku tersebut belum bisa dibagikan.

 

Sumber: Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhamad Munirul Ikhwan

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *