Tidak Memiliki Ijin, Penimbunan Lahan di Belakang Eks Diskotik Ekspose Dihentikan

Tidak-Memiliki-Ijin-Penimbunan-Lahan-di-Belakang-Eks-Diskotik-Ekspose-Dihentikan-01-635x350

TANJUNGPINANG_(bt)_Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja dan BLH Kota Tanjungpinang menghentikan aktivitas penimbunan lahan di belakang bekas Diskotik Ekpose, Jalan MT. Haryono, Km. 3 pada hari Senin siang (4/8). Selain itu, mereka juga memasang papan segel di lokasi penimbunan yang bisa tembus ke Kampung Bulang dan Tanjung Unggat tersebut karena tidak memiliki ijin penimbunan lahan. Bahkan penimbunan lahan tersebut tidak jauh dari kantor Lurah Tanjung Unggat.
Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Irianto ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa kali teguran dan pemanggilan terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas penimbunan tersebut. “Sudah berapa kali kita tegur dan panggil untuk melengkapi ijinnya, tetapi pihak pemilik lahan tidak pernah mengubris teguran serta panggilan dari pihak Pemko Tanjungpinang,” ujarnya.
Karena tidak juga melengkapi ijin penimbunan lahan, Irianto menegaskan bahwa pihaknya terpaksa melakukan upaya tindakan tegas dengan melakukan penghentian aktivitas penimbunan tersebut. “Mereka sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 tahun 2013 tentang ijin penimbunan lahan,” jelasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh oleh pihaknya, Irianto mengetahui bahwa lahan itu milik Andrian Effendi alias Acun. “Sebenarnya lahan yang mereka miliki hanya sebatas lahan di belakang diskotik Ekspose saja. Tetapi karena mereka membeli lahan disekitarnya, jadi semakin luas, ijin penimbunan pun tidak diurus oleh mereka,” tegasnya.
Dari pandangan dan tinjauan pihak Satpol PP di lokasi penimbunan, tinggi timbunan tanah yang telah dilakukan oleh pihak pemilik lahan telah mencapai ketinggian 1 meter hingga 3 meter. Bahkan timbunan tanah tersebut ada juga yang telah menutupi drainase milik pemukiman warga sekitar lahan tersebut.
“Coba hitung dan lihat sendiri, sudah berapa banyak mereka melakukan aktivitas penimbunan lahan tersebut. Sudah berapa banyak retribusi yang harus dibayarkan oleh mereka sehingga menjadi kerugian negara terutama kota Tanjungpinang,” ungkapnya.
Bahkan saat wartawan turun ke lokasi penimbunan lahan tersebut, sempat para pekerja menyebutkan bahwa aktivitas penimbunan lahan tersebut dibekingi oleh oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDI Perjuangan, Sukandar.
sumber :suarakepri.com
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *