Oknum Pegawai di Karimun Terjaring Operasi Cipta Kondisi

Oknum Pegawai di Karimun Terjaring Operasi Cipta Kondisi
Oknum Pegawai di Karimun Terjaring Operasi Cipta Kondisi

KARIMUN – Operasi cipta kondisi oleh Polsek Urban Tanjungbalai Karimun bersama Satpol PP berlanjut, Kamis (19/6/2014) pagi mulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Hasilnya, sebanyak 19 warga yakni 10 pria dan 9 perempuan terjaring. Ke-19 warga itu merupakan tamu empat wisma yakni Wisma Taman Kelapa, Wisma New City, Wisma Top Star.

ketiganya berada di kawasan pasar Puakang dan Hotel Sari Indah di jalan Nusantara. Untuk proses selanjutnya, mereka yang terjaring tersebut kemudian digelandang ke Mapolsek Urban Tanjungbalai Karimun menggunakan dua unit mobil patroli Polsek dan Satpol PP.

Pengelandangan ke-19 warga yang terjaring itu sempat menarik perhatian warga sekitar. Mereka dari kejauhan mengamati satu per satu warga yang terjaring tersebut.

Kondisi mobil patroli yang terbuka, membuat warga mudah mengamati wajah-wajah 19 pria dan wanita yang digaruk petugas itu.

Sebagian warga terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera handphone mereka.

Dari 19 warga yang terjaring itu, seorang diantaranya oknum pegawai Bagian Tata Usaha di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.

Wanita itu terjaring di Hotel Sari Indah. Kepada petugas ia mengaku menemui pamannya di kamar di lantai 5.

Ia juga mengaku kedatangannya sudah diketahui dan seizin suaminya. Saat ditanya, surat jalan dari sekolahnya, wanita itu tidak bisa menunjukannya.

Si pria yang disebut paman juga tidak kalah tegasnya. Kepada petugas, ia adalah paman si wanita.

Ia juga mengaku mereka bertemu juga dalam keadaan berbusana lengkap.

Meski begitu, petugas tetap mengelandang keduanya ke Mapolsek sambil menunggu suami oknum pegawai itu datang untuk mengkonfrontir keterangan keduanya.

“Kami ini masih keluarga Pak, dia ponakan saya. Bapak kan lihat, dia masih berpakaian lengkap ini,” katanya dengan suara bergetar.

Kapolsek, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan pada umumnya yang terjaring tersebut tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) saat digaruk petugas dengan pelbagai alasan seperti ketinggalan.

Selain itu, pihaknya juga menemukan pasangan yang diduga bukan muhrim tengah berduan di dalam kamar wisma.

Hingga sekitar pukul 12:00, ke-19 warga terjaring itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek.

 

Sumber: Laporan Wartawan Tribun Batam, Rachta Yahya

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *