Kejari Tahan Firmansyah selaku bendara BPK FETZ Tanjungpinang

01-13 juni 14 bendahara bpk tanjungpinang

TANJUNGPINANG (bt)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang akhirnya melakukan penahanan terhadap Firmansyah selaku bendara Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone (BPK FETZ) Tanjungpinang, Kamis (12/6).

Ia ditahan terkait kasus dugaan korupsi dana hibah di lembaga tersebut dari APBD dan APBN tahun anggaran (TA) 2010-2012 senilai Rp900 juta.

Sementara satu tersangka lagi, yakni Drs H Herman selaku mantan Kepala BPK FTZ untuk wilayah Tanjungpinang-Bintan saat itu, belum ditahan dengan alasan tengah menghadiri acara wisuda anaknya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Jawa Barat.

Hal tersebut sesuai dengan balasan surat yang dilayangkan Herman kepada  penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Tanjungpinang yang menyatakan bahwa sehubungan surat panggilan tersangka nomor sp.97/N.10.10.4/Fd.1/06/2014 tanggal 9 juni 2014, tidak dapat dipenuhinya pada 12 Juni 2014 di kantor Kejari Tanjungpinang untuk diperiksa kembali sebagai tersangka.

“Seharusnya tersangka Herman juga akan periksa dan ditahan hari ini (kemarin). Namun yang bersangkutan tidak bisa memenuhi surat panggilan kita, karena mengaku mau menghadiri wisuda salah seorang anaknya di IPDN,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang, Saidul Rasli Nasution SH didampingi Kasi Pidsus, Maruhum SH pada wartawan.

Atas ketidakhadiran Herman, maka penyidik Kejari Tanjungpinang akan kembali melayangkan surat panggilan kedua secepatnya kepada yang bersangkutan untuk diperiksa kembali sebagai tersangka sesuai waktu yang ditentukan nantinya.

“Dalam waktu dekat, kita akan layangkan kembali surat panggilan kedua terhadap tersangka Herman tersebut,” ucap Saidul.

Pantauan di lapangan, sebelum ditahan, Firmansyah lebih dulu memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Tanjungpinang untuk diperiksa lanjutan. Ia tiba sendirian di Kejari Tanjungpinang di jalan Basuki Rahmat, sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 15.00 WIB, tersangka Firmansyah kemudian digiring petugas menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Tanjungpinang untuk dititipkan sementara.

Dengan menggunakan baju jenis rompi tahanan Kejari Tanjungpinang, sambil menutup wajahnya dari sorotan kamera wartawan, tidak satu patah kata pun keluar dari mulutnya ketika diwawancarai.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang, Maruhum SH menjelaskan, pengungkapan dugaan kasus korupsi tersebut didasari hasil pemeriksaan dan audit audit Inspektorat Daerah yang mendapati adanya sejumlah kegiatan fiktif berupa pengeluaran anggaran tentang surat perintah perjalanan dinas (SPPD) yang berasal dari dana hibah APBD dan APBN dan dilakukan tersangka sejak tahun 2010, 2011 hingga 2012.

“Ada beberapa kegiatan yang seolah-olah dilakukan tersangka, tentang SPPD fiktif senilai Rp400 juta dari total dana hibah senilai total Rp900 juta pada APBD dan APBN tahun anggaran 2010, 2011 dan 2012,” kata Maruhum.

Diterangkan, penyelidikan kasus ini sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu. Dari bukti-bukti dan fakta yang ditemukan, adanya dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh pejabat yang berkaitan langsung dalam pengucuran dana hibah di BPK FTZ tersebut.

“Terhadap penanganan kasus ini, sedikitnya ada sebanyak 30 orang saksi yang sudah kita periksa. Termasuk melakukan penyitaan sejumlah barang bukti (BB) berupa dokumen tentang seluruh pelaksanan kegiatan pada BPK FTZ tersebut,” ucap Maruhum.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dinilai telah melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 8 junto pasal 18 ayat 1 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Selain dua tersangka, tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka lain. Hal itu nanti akan terlihat dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang,” ucapnya. (HK nel)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *