Tahanan LP Narkotika Bintan Timur Kabur Belum Ditemukan

19-09 juni 2014 pintu tempat kabur narapidana lapas km 18 narkoba

BINTAN (bt) – Tahanan narapidana narkoba, Marlin Lintang Nasution (29) yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika km 18, Kijang Kecamatan Bintan Timur, Bintan Provinsi Kepri, Minggu, (25/5) lalu sekitar pukul 11.20 WIB, masih belum ditemukan.

Petugas LP Narkotika dibantu dengan aparat kepolisin setempat terus melakukan pencarian dan penyisiran terhadap narapidana dengan ciri-ciri tinggi sekitar 155 cm berat 49 kg, memiliki tato dengan motif batik lengan tangan sebelah kanan ini.

Kepala Lapas Narkotika Rudirwan mengatakan, sampai saat ini narapidana yang melarikan diri lewat pintu kecil samping Lapas belum ditemukan. “Petugas Lapas bersama dengan Polisi terus mencari keberadaan si narapidana, kita juga menurunkan petugas yang bersiaga menjaga dan memantau di setiap pelabuhan penumpang,” ujar Rudirwan, kemarin.

Begitu juga dengan foto si narapidana sudah disebar, agar masyarakat bisa mengetahui identitasnya bila ditemukan. Namun demikian, kata Rudirwan, pihaknya masih mengalami kesulitan untuk memantau dan berjaga di setiap pelabuhan tikus yang bisa menjadi akses bagi si narapidana untuk kabur.

Karena pelabuhan tersebut, baik di wilayah Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang sendiri masih banyak, dan sulit untuk dipantau, karena bukan pelabuhan untuk penumpang yang biasa menggunakan pelabuhan resmi.

“Kita tetap awasi dan antisipasi di setiap pelabuhan tikus, karena bisa saja si narapidana kabur dengan menggunakan boat atau kapal lain lewat pelabuhan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Rudirwan mengungkapkan, saat pencarian narapidana, dari laporan ke Lapas, sejumlah masyarakat pernah melihaat keberadaannya. Seperti, ada warga yang melihat namun, si narapidana lari dan tidak ditemukan lagi.

Selain itu juga, dari informasi masyarakat narapidana tersebut menumpang menaiki sepeda motor dari km 18 dan setelah turun lari. “Semua iniformasi ini masih kita telusuri kebenarannya dan kita tetap terus berupaya mengejar si narapidana sampai ketemu,” imbuh Rudirwan.

Dia juga mendapat laporan dari pihak Lapas Batam bahwa si narapidana saat ini diduga sudah lari dan berada di Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara.

“Sudah sekitar 10 hari pencarian Marlin belum ditemukan, namun kita tetap menyebar foto dan berkoordinasi dengan pihak Polisi Resort (Polres) dan Lapas di Padang Sidempuan untuk mengejarnya,” katanya.

Jika si narapida ditemukan lanjut dia, maka hukuman yang dijalankan jalan kaki, artinya dia (Marlin-red) tidak diberikan remisi dan pembebasan bersyaat baginya. Dengan demikian, hukuman yang dijalankan full atau penuh.

Bila hukuman yang dijalankan dari total empat tahun sudah 1,2 tahun, maka hukuman yang dijalankan nanti apabila ditemukan 2,8 bulan lagi tanpa remisi maupun pembebasan bersyarat.

“Saat ini, narapidana kasus narkoba yang berada di Lapas Narkotika km 18 dari jumlah total 72 tinggal 71 orang lagi, yang berasal Kepri, sepeti dari Tanjungpinang¬† dan Batam,” kata Rudirwan.

Kronologi pelarian narapidana ini dengan membuka pintu samping kecil yang saat itu sedang terkunci dan dalam tahap pemasangan pembuatan pagar. Saat itu juga, tukang proyek tidak mengunci pintu tersebut, karena masih dalam tahap pengerjaan pembuatan pagar besi.

Setelah selesai mencangkul rumput, alat yang digunakan oleh narapidana disimpan di dekat pintu samping kecil yang sedang dibangun. Saat istirahat, dia gunakan kesempatan itu untuk keluar lewat pintu samping kecil ketika mau menyimpan cangkul dan dari situ dia kabur dengan membobolnya.

Kapolres Bintan AKBP Kristiaji mengatakan, dari lapran yang diterima terkait dengan kaburnya narapidana tersebut, Polisi sedang mengejar dan mencari si narapidana sampai ditemukan.

“Upaya kita sekarang ini adalah mencari narapidana yang kabur sampai ditemukan kembali,” ujar Kristiaji. (HK eza)

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *