Pemerintah Malaysia Usir 16 Tenaga Kerja Asal Indonesia

Pemerintah Malaysia Usir 16 Tenaga Kerja Asal Indonesia
Pemerintah Malaysia Usir 16 Tenaga Kerja Asal Indonesia

BATAM – Tenaga Kerja Wanita (TKI) berjumlah 16 orang dideportasi oleh pemerintah Malaysia, Jumat (6/7/2014).

Pasalnya, kebanyakan dari mereka, tidak memiliki pasor kerja dan izin resmi. Mereka terendus menggunakan paspor pelancong atau wisata.

Raut muka kesedihan melekat erat pada masing-masing wanita yang mayoritas sudah berkeluarga. Karena beberapa dari mereka banyak yang pulang tanpa membawa hasil kerjanya.

Mereka di Malaysia bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Dan ada juga yang tertangkap kepolisian Malaysia karena didapati tidak memiliki surat lengkap.

Tidak hanya itu, sekembalinya di Indonesia, karena sebagian dari mereka tidak dibayar gajinya oleh majikan. Bahkan nyaris selama bekerja di Malaysia belum dibayarnya.

“Saya pulang karena ditangkap polisi,” ujar salah satu TKW yang enggan menyebutkan namanya, di ruang karantina Dinas Sosial di Sekupang, Batam, Sabtu (7/6/2014).

Selain itu, adapun dari meraka yang memilih melaporkan ke Kedutaan Besar RI di Malaysia. Di antara dari mereka sudah bertahun-tahun bekerja, dan ada juga yang baru beberapa bulan saja.

“Gaji saya tak dibayar, saya melaporkan kepada KBRI dan kemudian minta dipulangkan,” kata Teni Ekel dengan mimik sedih.

Namun beruntung, di antara dari  mereka tidak ada yang mengalami kekerasan fisik. Kini, mereka ditampung di shelter Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam di Sekupang.

Rencanya, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, mereka akan menginap di sana dan akan dipulangkan ke daerah asal pada Rabu (11/6/2014).

Sebelumnya mereka dipulangkan dari Johor Malaysia pada hari Jumat (6/7/2014) melalui pelabuhan fery internasional Batam Centre.

 

Sumber: Laporan Wartawan Tribun Batam, Wahib Wafa

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *