Kisah Penemuan Bayi Terbuang Sempat Dibilang Tangisan Anak Setan

 

Bayi dibuang di Segulung
Bayi dibuang di Segulung

BATAM-(BT)-Penemuan bayi laki-laki di kawasan Kavling Saguba Asri, Sagulung menyisakan cerita unik. Malam itu, sebenarnya banyak warga yang mendengar suar tangis bayi malang itu. Namun, sebagian mengira ini ada tangisan mahluk halus.

 

Selasa (11/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Di jalan masuk Kavling Saguba Asri, yang belum teraspal sesekali terdengar suara isakan tangisan bayi. Namun warga sekitar yang melalui jalanan tersebut sempat ada yang bertanya-tanya dalam hati, bahkan ada juga warga yang ketakutan saat melintasi jalanan tersebut.

 

“Suara tangisan bayi itu sudah terdengar warga yang lalu lalang sejak sesudah adzan Maghrib,” kata Juliadi, Ketua RT 05 RW 017, Kecamatan Sagulung.

 

Malam itu, beberapa warga sekitar mulai resah. Masalahnya, sebagian warga ada yang bilang mendengar suara “anak setan” menangis. Setelah tersiar kabar tersebut, akhirnya Joko, seorang warga menyisiri jalan yang gelap itu untuk mendekati asal suara yang cukup meresakan warga malam itu.

 

“Setelah ditelusuri, ternyata sekitar belasan meter dari jalan raya, Joko menemukan sesosok bayi yang hanya berselimutkan kain panjang,” katanya.

 

Saat ditemukan bayi malang itu, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain telah dipenuhi nyamuk sekujur tubuhnya, bayi malang tersebut juga tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun.  Setelah diangkat bayi yang masih merah itu akhirnya dibawa ke rumah Jamiris yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari lokasi penemuan.

 

 

“Karena sangat dekat dari lokasi kejadian, warga juga sangat percaya kalau istri Jamaris (Musrianti) berpengalaman menangani bayi,” katanya.

 

Kemudian bayi itu pun dibersihakan. Sementara warga lainnya berunding dengan beberapa perangkat RT dan RW untuk membicarakan penemuan bayi itu. “Setelah berunding, akhirnya kami sepakat membawa masalah penemuan bayi ini kepihak polisian,” katanya.

 

Malam yang dingin itu, menurut Jamaris, warga akhirnya berbagi tugas. Sebagian warga mendatangi kantor Polsek Sagulung dan sebagian warga lainnya berkumpul di rumahnya untuk berjaga-jaga, jika ada yang akan terjadi hal yang tak diinginkan terjadi dengan bayi malang itu.

 

“Setelah warga melapor ke Polsek, Kanit Reskrimnya datang dan juga  beberapa anggotanya langsung melakukan olah TKP,” katanya.

 

Saat polisi sudah ramai datang malam itu ke lokasi penemuan, akhirnya polisi menyarankan agar anak tersebut segera dibawa ke RSUD Embung Fatimah, untuk segera diperiksa kesehatannya. Malam itu juga ramai warga yang ikut mengiringi bayi itu ke rumah sakit untuk mendengar bagaimana kondisinya setelah beberapa jam berada di pinggir jalan.

 

“Setelah diperiksa oleh tim medis dan dinyatakan sehat, akhirnya bayi itu saya bawa pulang dan dirawat di rumah saya,” katanya.

 

Menurut Kapolsek Sagulung AKP Tumpak Manihuruk, melalui Kanit Reskrimnya Iptu Rasmen Simamora, malam itu memang sempat membuat geger warga sekitar karena adanya penemuan bayi. “Makanya saya sarankan agar bayi itu segera dibawa ke RSUD untuk mengetahui bagaimana kondisinya,” katanya.

 

Setelah dinyatakan sehat dari tim medis kepadanya, sambung Rasmen, akhirnya ia menitipkan bayi malang itu kepada istri Jamaris agar untuk sementara waktu merawat bayi malang itu.

 

“Karena kondisinya memperihatinkan, kami meminta Jamaris menjaga bayi itu sementara waktu,” katanya.(leo posmetrobatam)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *