GOR Kaca Puri Tanjungpinang Akan Dibangun Mal

Gor  Kaca  Puri
Gor Kaca Puri

TANJUNGPINANG (BT) – Gedung Olahraga (GOR) Kaca Puri Tanjungpinang akan dibangun pusat perbelanjaan atau mal oleh pihak ketiga kini menjadi pemilik lahan dan bangunan tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Bintan Ansar Ahmad di Kijang, Rabu (5/2). “Berdasarkan informasi yang saya terima, di GOR tersebut akan dibangun mal dan pertokoan yang besar,” ujar Ansar.

GOR Kaca Puri, kata Ansar, adalah bangunan yang sudah diruislag kepada pihak ketiga sejak zaman Bupati Bintan Abdul Manan. Ketika GOR Kaca Puri diruislag, Kota Tanjungpinang saat itu belum terbentuk.

“Waktu diruislag dulu, Kota Tanjungpinang belum terbentuk,” jelas Ansar tanpa menyebutkan pihak ketiga yang sekarang menjadi pemilik GOR.

Terkait proses selanjutnya, Ansar mengatakan, pihak Pemkab Bintan akan berdiskusi dengan Pemko Tanjungpinang. “Nanti bagaimana, apa-apa saja yang dibangun, kemudian penggantinya dan bagaimana kelanjutannya, kami akan bicarakan dengan Pemko Tanjungpinang. Akan kita bahas nanti, agar tidak terjadi polemik ini dan itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tanjungpinang mengatakan hal yang sama yakni aset GOR Kaca Puri telah diruislag dari Kabupaten Bintan kepada pihak ketiga sekitar tahun 1988.

“Tapi kalau untuk lebih jelasnya bisa tanyakan langsung ke PT BIS (Bintan Inti Sukses, pengelola gedung,red). Jadi, memang saat ini aset tersebut sudah tidak ada kaitannya lagi dengan Pemko Tanjungpinang,” ujarnya.

Darmanto menjelaskan, ruislag dimaksudkan sebagai penukaran lahan atau gedung yang hendak digunakan dengan tanah atau gedung lain yang nilainya sama. Ruislag merupakan hak dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

“Jadi, ruislag itu tidak boleh ganti uang tapi harus ganti aset dengan nominal yang hampir sama dengan lahan yang diruislag,” jelasnya.

Darmanto menyatakan lahan pengganti GOR adalah gedung SMPN 7 Tanjungpinang yang berada di Kilometer 10 Tanjungpinang.

Sementara Direktur PT BIS Riza Provita, saat dikonfirmasi, tidak banyak berkomentar. Ia berjanji akan menjelaskan persoalan ruislag dan lahan penggantinya. “Nanti saja ya saya hubungi lagi. Nanti ada waktunya akan saya jelaskan semua,” janjinya tanpa menyebutkan kapan akan memberi penjelasan.

Sebelumnya pedagang di area GOR Kaca Puri Tanjungpinang diminta untuk pindah dari lokasi tersebut per 31 Juli mendatang. Mereka mengaku dipanggil satu per satu dan menandatangani surat pernyataan bersedia mengosongkan lokasi oleh pihak pengelola gedung, PT BIS.

Para pedagang menyatakan terkejut dan kecewa lantaran telah belasan tahun berdagang di lokasi tersebut. Mereka meminta Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah membantu menyelesaikan persoalan itu.

Walikota Lis pun menyatakan tidak akan ada penggusuran pedagang dan akan meminta agar ruislag dikaji ulang. Pemko Tanjungpinang, kata Lis, tak pernah diikutsertakan dalam persoalan ruislag GOR Kaca Puri. (rof/cw77 HK)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *