Pedagang GOR Kaca Puri Tanjungpinang Diminta Angkat Kaki

Gor  Kaca  Puri
Gor Kaca Puri

TANJUNGPINANG (HK) – Sejumlah pedagang yang puluhan tahun berdagang di Gedung Olah Raga (GOR) Kaca Puri Tanjungpinang resah. Pasalnya, mereka harus angkat kaki dari tempat itu terhitung 31 Juli mendatang. Pengelola berencana mengosongkan Kaca Puri.
Salah seorang pedagang yang telah belasan tahun menggantungkan hidupnya di sana, Feri, mengatakan tidak bisa berbuat banyak dengan rencana pengelola tersebut. “Dalam hati kecil saya sedih, karena kalau sudah disuruh pindah kami nanti mau jualan kemana?” tuturnya kepada Haluan Kepri, Senin (3/3) lalu.

Pada 27 Januari lalu, ia dan pedagang lainnya mendapat surat dari PT Bintan Inti Sukses (BIS) agar menandatangani kesepakatan untuk mengosongkan gedung tersebut. “Dalam surat itu disebutkan bahwa kami masih boleh berjualan hingga tanggal 30 Juli,” ungkapnya sambil menunjukkan surat bernomor 14/SR/DIR/1/2014 yang ia terima dari PT Bintan Inti Sejahtera.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur PT BIS, Riza Provita, berisi tiga poin berbunyi, PT BIS memberikan waktu untuk berjualan hingga tanggal 30 Juli 2014. Kedua, terhitung tanggal tersebut pedagang tidak lagi berjualan di area gedung Kaca Puri dan mengosongkan tempat berjualan tersebut. Ketiga, kami memberikan kelonggaran dengan tidak memungut uang sewa terhitung tanggal 1 Februari sampai 31 Juli 2014. Namun beban listrik dan air tetap menjadi beban dan tanggung jawab pedagang.

Pedagang lainnya, Moi Fa yang telah 28 tahun berdagang es buah di area tersebut juga merasa kecewa dengan rencana pihak pengelola. Menurutnya, pihak pengelola semena-mena meminta mereka pindah dari lokasi itu. “Kecewa dan sedih. Kenapa kami harus dipindahkan, padahal setiap bulan kami bayar uang sewa Rp288 ribu setiap bulan. Kalau memang bisa tolonglah kami jangan disuruh pergi,” harapnya.

Moi Fa berharap pihak pengelola dan pemerintah. dirinya dan pedagang lain disiapkan tempat berjualan di lokasi yang baru. “Kalau memang nanti terpaksa kami pindah. Tolonglah kepada pengelola dan Pemko untuk siapkan kami tempat yang baru,” tuturnya.

Sumber Haluan Kepri mengatakan, rencana pengosongan area Kaca Puri benar adanya. “Itu semua merupakan permintaan dari yang punya tempat tersebut,” ujarnya. Mengenai pemilik tempat tersebut, sumber tersebut enggan menyebutnya. “Yang jelas para pedagang di area Kaca Puri diminta untuk mengosongkan area tersebut sampai tanggal 31 Juli 2014,” tutupnya.

Minta Penjelasan

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Kepri Rudi Chua meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan memberikan penjelasan kepada masyarakat khususnya pedagang mengenai persoalan GOR Kaca Puri tersebut. Karena, menurut informasi yang ia peroleh, lahan GOR Kaca Puri beserta lahannya sudah diruislah kepada pihak ketiga.

“Yang saya tahu begitu. Ruislah itu artinya sudah diambil oleh pihak ketiga dengan perjanjian ganti rugi lahan untuk membangun GOR yang sama di lokasi lain. Tapi sampai sekarang kita gak tau gimana kebenaran informasi itu. Makanya perlu diluruskan oleh Pemkab Bintan, kalau memang sudah di ruislah tentu ada ganti rugi lahan untuk bangun GOR Kacar Puri dilokasi lain. Tapi sampai sekarang tak jelas,” tegas Rudi.

Wako Pasang Badan

Sementara Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyatakan siap pasang badan bila informasi penggusuran pedagang itu benar adanya. Langkah itu diambil lantaran persoalan ruislah yang terjadi sampai saat ini tak jelas.

“Intinya tak ada gusur-menggusur. Jangan semena-mena dengan masyarakat. Ruislah itu perlu dikaji kembali. Pemko Tanjungpinang tak pernah diikutsertakan persoalan ruislah tersebut. Maka itu, guna mendudukkan persoalan ini akan kita cek persoalanitu. Bila ruislah sudah terjadi, mana kejelasan informasinya dan mana lahan yang akan dibangun GOR penggantinya,” tegas Lis. (cw77/yan HK)

 
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *