Terciptanya Pengamanan Pemilu 2014

Gubernur Provinsi Kepri H. Muhammad Sani memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri dalam rangka pengamanan Pemilu 2014
Gubernur Provinsi Kepri H. Muhammad Sani memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri dalam rangka pengamanan Pemilu 2014

TANJUNGPINANG-(BT) Gubernur Kepulauan Riau Drs H Muhammad Sani mengharapkan pelaksanaan hajatan nasionalPemilihan Umum (Pemilu)yang sebentar lagi akan berlangsung bisa berjalan dengan lancar tertib dan juga aman. Guna menciptakan pemilu yang lancar dan tertib tersebut, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang terjalin bagus, baik itu Pemerintah Daerah, Polri dan juga TNI.

Penegasan Gubernur tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Rapat Pimpinan TNI – Polri Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Pemilu Tahun 2014, bertempat di Pacific Hotel Kota Batam Kamis (23/1/2014). Hadir pada kesempatan tersebut Kapolda Kepri, Brigjend Pol Endjang Sudrajat, Kabinda Provinsi Kepri Laksamana Pertama Winarto hadirin dan undangan lainnya.

 

Dijelaskan Gubernur, tahapan pemilu yang tidak lama lagi akan berlangsung, ditandai dengan pemilihan legislative baik itu DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten pada tanggal 9 April 2014 mendatang, harus bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Yakni pemilubisa berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur serta adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guna bisa menciptakan itu semua, kita harus bisa bersama-sama menjaga agar pelaksanaan demokrasi 5 tahunan iniberjalan sesuai yang kita harapkan.

 

Masyarakat yang akan memberikan hak suaranya, harus bisa memberikan hak politiknyadengan rasa aman. Tidak ada paksaan darimanapun, atau atas nama siapapun. Karena hakikatnya inilah pemilu yang kita harapkan. Meski kita menaruh harapan besar pesta demokrasi ini berjalan sesuai yang kita harapkan, tapi kita harus mewaspadai potensi konflik yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Munculnya potensi konfilk juga terbuka lebar. Diawali dari persoalan data pemilih tetap (DPT), permasalahan konflik di internal parati politik itu sendiri, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) PPS, KPPS hingga Pantarlih.

 

Potensi lain yang juga senantiasa mengancam berlangsugnya pemilu yang aman dan lancar juga muncul dari ketersediaan anggaran yang tidak tepat waktu, penyeusaian DPT yang lagi-lagi tidak akurat, penghituangn hasil suarahingga adanya boikot pemilu. ”Semua potensi konflik yang mengancam berlangsungnya pemilu yang aman dan lancar tersebut, harus bersama-sama kita waspadai, ”pinta Gubernur dihadapan peserta Rapim. Agar potensi itu bisa kita antisiapsi secara baik, kunci yang perlu kita lakukan adalah terus melalukan koordinasi yang baik.

 

Tidak itu saja, memonitoring setiap tahapan pemilu secaraseksama juga mengecilkan adanya potensi konflik dalam tahapan pemilu. Pun juga, dengan seluruh pelaksaan penyelenggaran pemilu seperti KPU, Panwaslu agar bisa melaksanakan tahapan pemilu dengan baik dan transparan. ”Kuncinya semua kita harus terus saling berkonsolidasi bersinergi dalam rangka megawal proses pemilu berlangsung dengan lancar, ”harap Gubernur. Sementara itu Kapolda Kepri Brigjend Pol Endjang Sudrajat pada intinya berharap pemilu di Kepri berlangsung dengan aman. Karena itu, rapim sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Jakarta yang dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2014 kita teruskan di daerah. Semua pihak terkait, baik itu TNI dan Polri kita harapkan saling berkajsama dengan baik, dalam rangka mensukseskan jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini, harapnya.(Humas)

 

 

 

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *