Istri Gubernur Kepri Kunjungi Rumah Almarhumah Zuraidah

Istri  Gubernur  Kepri  Aisyah  Sani  Kunjungi  keluarga almarhum  Zuraidah
Istri Gubernur Kepri Aisyah Sani Kunjungi keluarga almarhum Zuraidah

TANJUNGPINANG (HK)- Meninggalnya Zuraidah, pasien Rumah Sakit Daerah (RSUD) Tanjungpinang karena diduga akibat kelalaian perawat dan habisnya stok oksigen di rumah sakit tersebut, mengetuk pintu hati Aisyah Sani. Istri Gubernur Kepri HM Sani itu, Senin (20/1), menyambangi rumah duka.
“Termasuk kuat anak ini,” kata itulah yang terucap dari mulut Aisyah Sani, saat mengunjungi rumah duka di Jalan Kosgoro, Gang Tempinis 2, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Senin (20/1).

Ketua PKK Kepri itu, tampak tak kuasa membendung air matanya saat mendengar cerita Ira, anak almarhumah. Ira mengisahkan, almarhumah ibunya sempat berteriak memohon kepada perawat yang bertugas agar dipasangkan oksigen.

Suasana semakin haru, saat Ira menyampaikan kepada Aisyah Sani bahwa sebelum menghadap Sang Illahi, almarhumah ibunya sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya.

“Mama sempat ngucapin selamat ulang tahun, sebelum dia pergi,” tutur Ira sambil terisak-isak.

Banyak hal yang diceritakan Ira kepada Aisyah Sani, sewaktu ibunya masih dirawat. Aisyah Sani pun menyimak cerita Ira.

“Almarhumah sempat diberikan suntikan oleh pihak rumah sakit. Dalam satu jam disuntik tiga kali? Bukankah itu kebanyakan,” kata Aisyah Sani, balik menanyakan.

Agar keluarga puas, Aisyah Sani menyarankan kepada pihak keluarga untuk menanyakan lebih lanjut ke pihak rumah sakit.

“Kalau masih merasa tidak enak, ya ketemu dokternya biar bisa merasa puas. Walaupun ini sudah kehendak Allah,” sarannya.

Aisyah Sani juga menyayangkan kejadian ini bisa terjadi. Dia berharap ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi yang seperti ini. Kita juga tidak menghendaki kelalaian ini terus berlanjut,” harapnya.

Iman Kurnia, suami almarhumah begitu terpukul dengan kepergian istrinya. Ia sangat menyayangkan pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD dalam menangani almarhumah istrinya.

“Saya ikhlas, tapi cara pihak rumah sakit dalam menangani istri saya yang tidak saya terima. Nanti akan saya tanyakan ke RSUD, jika semuanya sudah tenang,” tuturnya.

Sambil menahan tangis, Iman mengharapkan kepada pihak RSUD ke depan bisa menjadi lebih profesional dalam menangani pasien.

“Kepada pihak rumah sakit tolonglah untuk bisa lebih profesional. Contohlah, pelayanan di rumah sakit lain,” harapnya.

Kedatangan Aisyah Sani menjadi motivasi bagi Iman Kurnia dan keluarga. Iman mengaku bangga dan terharu. Ia berterimakasih atas kepedulian yang ditunjukkan istri Gubernur Kepri tersebut. (zulfikar,hk)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *