Dua Gadis Jadi Korban Rico di Semak dan Pantai

Pemerkosaan
Pemerkosaan

TANJUNGPINANG-(BT)-Rico (34), pekerja instalasi listrik di Pemerintah Provinsi Kepri, menyetubuhi dua gadis secara paksa di semak-semak dan di pantai, tidak jauh dari kantor Pemerintahan Provinsi, di Dompak, Bukit Bestari,  Tanjungpinang.

Menurut Kapolres Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Oxy Yudha, pada wartawan, kemarin, peristiwa terakhir dilaporkan korban berinisial An (22) pada Minggu (29/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Kepada pihaknya, Rico mengatakan, seminggu sebelum kejadian terlebih dahulu berkenalan dengan seorang gadis penjaga toko sepatu. “Waktu itu saya hendak beli sepatu, dan berkenalan dengan cewek itu,” kata Rico.

Karena An sedang bekerja, sehingga Rico tidak bisa ngobrol lama. Tapi saat Rico keluar dari toko, An sempat meminta bertemu dengan tersangka usai bekerja. “Kami tak sempat tukar nomor hape, tapi dia sempat kasih isyarat dengan tangan, yang mengatakan ia pulang jam delapan malam,” ujarnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (12/12) Rico menunggu korban pulang dari toko. Kemudian mereka pergi makan, lalu ngobrol di Tugu Pensil. Walaupun baru kenal, obrolan mereka sudah menjurus ke pernikahan, dan mereka sepakat untuk menikah. Tiga hari kemudian, Rico kembali menjemput korban, tapi saat itu toko sudah tutup. Tak kehabisan akal, Rico pergi ke rumah korban, dan bertemu dengan adik korban. Saat ditelpon, korban sempat mengatakan sedang makan di Bakar Batu, dan akan pulang 30 menit kemudian.

Tapi setelah ditunggu 30 menit, korban tidak kunjung muncul. Rico pun pulang dengan rasa kecewa. “Tapi saya sengaja pulang melalui Jalan Bakar Batu, dan tanpa sengaja saya lihat dia sedang jalan sama cowok,” katanya. Karena penasaran, ia mengikuti korban, dan melihat korban masuk ke Hotel Shinta, tak jauh dari tempat korban makan. Rico pun segera menyusul dan bertanya pada pelayan hotel yang mengatakan kalau cewek yang barusan masuk dengan cowok menginap di kamar 305.

“Tapi saya terus pulang,” akunya.Kemudian,  Sabtu (28/12), Rico mengajak korban jalan, tapi An keberatan. Setelah Rico memaksa, korban mau diajak jalan dengan syarat dibelikan baju.

“Jadi saya belikan dia Baju,” paparnya.Usai beli baju, Rico mengajak korban ke Pantai Galau yang tidak jauh dari rumah Rico di Dompak.  “Ya saya sudah merencanakan hendak gitukan dia, karena saya cemburu, dan sakit hati melihat dia sama cowok itu,” jelasnya.

Tak berapa lama mereka mengobrol, Rico mulai menggerayangi tubuh korban di atas sepeda motor,  waktu itu korban hanya diam saja. Karena nafsu birahinya mulai memuncak, Rico segera menarik tangan korban dan mengajak korban bersetubuh di pantai yang cukup sepi itu.

Korban menolak dan berusaha melepaskan diri, tapi Rico terus memaksa, dan mendorong tubuh korban hingga terlentang. Melihat korban hendak melawan, Rico mengancam. “Kalau mau hidup, serahkan tubuhmu,” ancam Rico. “Awalnya dia meronta-ronta, tapi kemudian dia diam saja,” katanya.

Keesokan harinya, korban melapor Mapolsek Gunung Kijang. Karena TKPnya di Dompak, kasus tersebut dilimpahkan ke Satreskrim Tanjungpinang. “Waktu itu korban tidak tahu nama tempat kejadiannya, sehingga melaporkan hal itu ke Polsek Gunung Kijang, Bintan,” kata Kasat Reskrim, AKP Oxy Yudha.

Setelah memeriksa tersangka, polisi teringat ada kejadian yang hampir serupa, di lokasi yang tidak jauh dari tempat Rico memperkosa An. Polisi pun segera menjemput pelapor berinisial RU (19).

“Ketika korban pertama kita minta melihat tersangka, dengan yakin, ia memastikan bahwa tersangka itulah pelakunya,” papar Oxy.( Posmetrobata,hnr)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *