2014, PBB-P2 Dikelola Pemkab Bintan

 

BINTAN-(BT)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan meresmikan peralihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah pada tahun 2014, di Kantor Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Bintan, Kijang, Selasa (10/12).

Dengan ditandatanganinya Berita Acara serah terima oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad, maka secara resmi mulai tahun 2014 pengelolaan PBB-P2 Wilayah Kabupaten Bintan akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bintan, dalam hal ini DPPKD Kabupaten Bintan.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bintan di Tanjungpinang, Yushar Catrena Putra membacakan kata sambutan dari Direktorat Pajak, menyampaikan, peralihan PBB-P2 menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu langkah pemerintah agar daerah dapat mengoptimalkan penerimaan dari segi PBB-P2 karena daerah lebih mengetahui kondisi objek dan wajib pajak yang berada di wilayahnya.

“Hal tersebut, didasari pada UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bahwa kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaaan dialihkan dari Pemerintah Pusat kepada masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota paling lambat tahun 2014,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, perlu disampaikan PBB-P2 Bintan per tanggal 10 desember 2013 yang dialihkan kepada Pemda Bintan, meliputi untuk wilayah Bintan yakni, Kijang, Toapaya, Bintan Utara, Teluk Sebong, Sri Kuala Lobam, Bintan Timur, Tambelan, Teluk Bintan.

“Itu meliputi sejumlah objek pajak berdasarkan data kami ada 61.617 objek pajak, dengan nilai ketetapan PBB yang sudah kita tetapkan adalah sebesar kurang lebih Rp23 miliar,” jelasnya.

Selama ketetapan PBB tiga tahun terakhir adalah, 2011 dari target 15 miliar pencapaian 2011 mencapai 105 persen, dan 2012 dari target 11,7 miliar bisa mancapai 178 persen. Kemudian untuk 2013 ini hingga sekarang dari terget Rp22 miliar pihaknya  baru bisa mencapai 95 persen.

“Pencapaian baru 95 persen, masih ada waktu kita selama tiga minggu ini, dengan harapan kerja sama yang selama ini baik agar bisa mencapai diatas target lagi. Dan perlu kami info kan, untuk Kabupaten Bintan masih banyak yang menjadi potensi PBB-P2 yang dapat dilanjutkan,” pungkasnya.

Selain itu, Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan, dalam hal ini Pemda mancakup semua telah berupaya untuk mengutamakan hak-hak azasi manusia. Peralihan PBB-P2 ini jelas menunjang PADa Bintan sendiri lebih dari Rp23 miliar, ini merupakan potensial.

“Lebih dari Rp23 miliar yang diterima PAD khusus PBB-P2, mudah-mudahan jauh lebih besar lagi kedepannya. Dalam hal ini, ditunjang baik pemerintah vertikal dan mitra kerja sama dari Bank Riau Kepri memberi perhatian khusus dan bersungguh.

Dan masyarakat berkewajiban membayar pajak Bumi dan Bangunan. Saat ini masih ada tiga kecamatan yang pungutan utang pjaknya dibawah 50 persen. Saya berharap kedepan bisa lebih maksimal lagi, mulai pelaksanaannya pada 1 Januari 2014,” kata Ansar Ahmad.

Kenderaan Operasional

Sementara itu, selain acara peralihan PBB-P2, Pemkab Bintan juga memberikan bantuan berupa kendaraan Dinas Operasional dan sound sistem jinjit kepada Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Bintan. Diantaranya penyerahan enam unit mobil jenazah kepada Kecamatan Gunung Kijang, Kec. Tambelan, Kecamatan Bintan Pesisir, Mantang, Teluk Bintan dan Kecamatan Bintan Utara.

Kemudian penyerahan sebanyak 11 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah kepada Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kelurahan. Tanjung Uban, Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Tanjung Uban Timur, Sungai Lekop, Gunung Lengkuas, Kijang Kota, Sei Nam, Kawal, Toapaya Asri dan Desa Lancang Kuning.

Selain itu, penyerahan sebanyak delapan unit kendaraan Dinas roda dua untuk Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Tambelan, penyerahan sebanyak 51 unit portable wireless (sound sistem jinjit) untuk Lurah dan Desa se-Kabupaten Bintan. Dan penyerahan dua unit mobil dinas untuk Kepala Rumah Sakit Umum Kijang dan mobil operasional dokter Rumah Sakit Kijang.

Ansar Ahmad berharap, untuk bantuan yang diberikan, agar dipergunakan sebaik-baiknya. “Untuk penerima bantuan kendaraan pengangkut sampah dapat digunakan secara maksimal di Kelurahan, agar Bintan menjadi bersih apabila bersih tentu masyarakatnya sehat,” tutupnya. ( HK cw72)

 

 

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *