Delegasi MPR –RI Kunjungi Pulau Terdepan Natuna

Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto  ditemani Wakil Gubernur Kepri DR.Soeryo Respationo Meninjau Bandara
Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto ditemani Wakil Gubernur Kepri DR.Soeryo Respationo Meninjau Bandara

 

TANJUNGPINAG-(BT)-Provinsi Kepri memiliki peran besar sekaligus strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk alasan itulah, Pemprov Kepri memandang menjaga perbatasan menjadi salah satu prioritas pemerintah mensukseskan kebijakan pemerintah.

Namun demikian, tugas mulia tersebut bukan tanpa kendala. “Kendala pertama adalah pulau terdepan diwilayah perbatasan yang tidak berpenghuni tidak memiliki sarana dan prasarana dasar seperti lampu dan menara suar,” kata Wakil Gubernur Kepri Dr.Soerya Respationo,SH MH saat menerima delegasi pimpinan MPR-RI di aula serbaguna Masjid Agung, Kabupaten Natuna, Rabu (27/11/2013).

Tak hanya itu, sambungnya, di Kepri banyak pulau terdepan diwilayah perbatasan tidak memiliki pos perbatasan sebagai simpul akses. “Akibatnya, wilayah seperti ini tidak memberikan manfaat bagi kegiatan ekonomi dan tentunya biaya yang dikeluarkan masyarakat semakin besar,” papar Soerya.

Terakhir, masalah yang dihadapi di pulau-pulau terluar Provinsi Kepri adalah tidak adanya pos lintas batas (PLB) seperti kantor Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan Keamanan. Akibatnya, keluar masuknya barang dan orang tidak terkontrol.

Kendala-kendala itu tidak membuat Pemprov Kepri berdiam diri. Beberapa program yang dijalankan Pemprov Kepri dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI adalah memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan diberdayakan, Soerya optimis investor akan tertarik untuk masuk dan memancing pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami juga mendeklarasikan pulau kecil terluar sebagai kawasan konservasi. Hal ini dilakukan dengan melakukan penataan ruang lebih komprehensif dengan melakukan koordinasi lintas sektoral,” urai Wakil Gubernur.

Senada dengan Wakil Gubernur, Ketua MPR-RI, Drs.Sidarto Danusubroto mengatakan salah satu cara menjaga kedaulatan Republik Indonesia dengan menggugah semangat kebangsaan masyarakat di pulau tersebut. “Menjaga negara tidak dengan membuat pagar duri di seluruh wilayah Indonesia. Tapi buat masyarakat yang tinggal di perbatasan merasa bahwa mereka adalah bagian dari Indonesia,” ujarnya. Lantas, bagaimana caranya? Sepakat dengan Wagub, Sidarto mengatakan bahwa Pemerintah dari pusat hingga daerah harus meningkatkan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sidarto juga mengkritik pembangunan suatu daerah yang tidak sejalan dengan potensi suatu daerah. Padahal jika potensi suatu daerah dimaksimalkan, Ia yakin dan percaya seluruh masyarakat akan sejahtera. “Contohnya di Natuna ini. Saya melihat, kemajuan pembangunan yang sudah bagus ini tidak seimbang dengan potensi daerah yang kaya akan gas. Berapa persen Dana Bagi Hasil (DBH) yang kembali kedaerah untuk pembangunan. Itu yang perlu kita koreksi,” uranya.

Dengan segala kendala itu, Sidarto berharap masyarakat Natuna tetap setia menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia. “Nasionalisme harus tetap nomor satu, wilayah NKRI tidak boleh terlepas walau sejengkal pun,” katanya.

Lebih lanjut, Sidarto mengatakan MPR sebagai lembaga negara sangat konsen untuk menyosialisasikan empat pilar negara. Empat pilar itu dapat menumbuhkan kesadaran terhadap masyarakat untuk menghayati Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ibarat membangun rumah, Pancasila sebagai pondasi beton, tiangnya UUD 1945, atapnya NKRI, penghuninya adalah bhineka tunggal ika. Kalau kita kemari, kita ingin menyosialisasikan wawasan kebangsaan, kita ingin menjaga keutuhan NKRI,” kata Sidarto.

Sementara itu, Bupati Natuna Ilyas Sabri menyambut kedatangan delegasi pimpinan MPR itu. “Kami masyarakat Natuna siap menjaga keutuhan NKRI,” kata Ilyas.

Delegasi pimpinan MPR berada di Natuna pada 27-28 November 2013. Rombongan delegasi melakukan peninjauan sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna seperti melihat langsung rencana pembangunan bandar udara sipil di Kota Ranai yang ditargetkan selesai pada 2015. Adapun rombongan besar MPRI antara lain adalah Ahmad Farhan Hamid, TB Soenmandjaja, Irgan Chairul Mahfidz, Bambang Soeroso, Martri Agoeng, Jazilul Fawaid, Herman Kadir dan Idris Laena. Selain itu, anggota DPR dan DPD dapil Kepri seperti Herlina Amran, Nani Sulistyani Herawati, Hardi Selamat Hood dan Aida Zulaikha Ismeth hadir dalam rombongan tersebut. (humas,mat)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *