Lobindo Reboisasi Eks Lahan Tambang Bauksit

Tanaman Karet (Ilustrasi)
Tanaman Karet (Ilustrasi)

BINTAN (BT) – Untuk menjaga lingkungan agar tidak rusak akibat dari pertambangan bouksit di Bintan. Perusahaan Pertambangan bouksit di Kabupaten Bintan mulai membuat gebrakan baru. Kini bekas hasil tambang bouksit digunakan untuk lahan pertanian karet. Seperti yang dilakukan PT Lobindo Persada.

Lahan eks (bekas) tambang bouksit PT Lobindo Persada sudah ditanam bibit karet seluas 55,5 Hektar di Kecamatan Mantang. Hal itu sengaja dilakukan perusahaan tambang tersebut untuk kembali menghijaukan dan memulihkan kerusakan lahan usai penambangan bauksit.

Apalagi saat ini pemerintah Kabupaten Bintan belum punya perencanaan untuk menggelola bekas eks tambang bouksit tersebut. Bahkan, sebelumnya PT Lobindo sudah menanam pohon camaran, mahoni dan lainya. Namun pohon tersebut mati saat ditanah dibekas galian tambang bouksit tersebut.

Bahkan hasil tanaman bibit karet ini memiliki masa depan yang cerah, apabila tambang bouksit di Bintan sudah habis. Bibit karet ini akan menjadi penganti dari tambang bouksit tersebut. Tak hanya itu, bibit karet ini langsung datang dari Provinsi Jambi.

“Siapa bilang eks tambang bouksitnya itu tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kami (PT Lobindo, red) akan menaman karet bekas galian tambang ini,” terang pihak Gentong dari manajemen PT Lobindo.

Dijelaskan Gentong, pertanian karet yang ditanam dibekas galian tambang bouksit itu kedepannya akan menghasilkan pendapatan untuk masyarakat dan dipastikan akan menjadi penyumbang untuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita sudah menanam keret dilahan eks tambang seluas 55,5 hektar. Tahap pertama tak lebih kurang sekitar 50 ribu bibit karet yang sudah kita tanam,” tambah Gentong.

Bibit karet yang ditanam PT Lobindo untuk dijadikan lahan pertanian sudah berumur sekitar 9 bulan. Dengan tinggi bibit ini sudah mencapai 2 hingga 3 meter. Diperkirakan dalam waktu 7 hingga 8 tahun karet tersebut sudah dapat dimanfaatkan.

“Jika karet ini sudah dibisa dimanfaatkan warga Mantang bisa mendapatkan hasil dari karet. Saat ini kami sudah memperkerjakan 33 orang untuk memilihara bibit karet di Mantang,” ungkap Gentong.

Gentong mengaku pihaknya tidak menyangka jika karet bisa tumbuh subur diatas lahan bekas galian tambang bouksit di Mantang ini.

“Saya pun berharap, perusahaan tambang bouksit di Bintan ini bisa menanam karet, ini agar lingkungan bisa terjaga dan bebas dari kerusakan,” katanya. (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *