Bupati Bintan: Tambelan Jangan Ada Minuman Keras (Miras)

Gambar Minuman Keras Beralkohol (foto: suarapapua/web)
Gambar Berbagai Macam Minuman Keras Beralkohol (foto: suarapapua/web)

BINTAN (BT) – Bupati Bintan Ansar Ahmad melarang minuman Keras (Miras) ber-alkohol beredar di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Himbauan Ansar ini pun tidak main-main, ia pun meminta jika ada penjual minuman beralkohol di Tambelan agar ditindak tegas.

“Kita tidak mau hanya membangun fisiknya saja, namun mental dan spiritual masyarakat Tambelan harus di bina,” ujar Ansar Ahmad pada saat Halal Bi Halal bersama masyarakat Tambelan, Jumat (16/8).

Ditambahkan bahwa peredaran minuman keras di Tambelan sudah dibuat dalam Peraturan Daerah (Perda), dimana Tambelan merupakan kawasan bebas peredaran minuman beralkohol.

“Kami meminta agar pihak kepolisian dan aparatur pemerintah untuk mengawasi ketat, jangan ada kapal-kapal yang membawa minuman beralkohol di Tambelan. Kami ingin masyarakat Tambelan dan generasi bebas dari pengaruh minuman keras itu,” pungkas Ansar tegas.

Tak hanya itu, populasi penduduk sekitar 5000 jiwa ini memang mayoritas penduduknya melayu-muslim. Dalam meningkatkan mental dan spritual masyarakat, pemerintah Bintan juga menempatkan dua orang pembinaa keagamaan yang di datangkan langsung dari Jakarta.

Dua orang ustad ini juga diharapkan bisa membina masyarakat Tambelan agar jauh dari pengaruh-pengaruh dunia luar seperti Narkoba hingga minuman keras.

“Pemkab Bintan sudah mengontrak dua ustad untuk ditempatkan di Tambelan untuk membantu masyarakat tersebut dalam mempelajari ilmu agama islam,” kata Ansar.

Ansar berharap kepada masyarakat Tambelan agar para  ustad yang diutus tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga  yang tinggal di tengah samudera luas ini.

“Belajarlah ilmu agama yang benar kepada para ustad ini, jangan tidak belajar,” pesan Ansar. Para ustad yang diutus ini nantinya akan mengajarkan berbagai tarbiyah/pendidikan islam berupa rukun islam, fardu kifayah, sholat, mandi wajib, hingga pendidikan agama lainya. (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *