Nelayan Pulau Numbing Keluhkan BBM

Beberapa nelayan di Bintan Timur sedang menuju kelaut untuk menangkap ikan {Foto: Jendaras)
Beberapa nelayan di Bintan Timur sedang menuju kelaut untuk menangkap ikan {Foto: Jendaras)

BINTAN (BT) – Kenaikan dan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) baik premium maupun solar dikeluhkan oleh nelayan pulau Numbing, Bintan Pesisir.

Hal ini sebagaimana dikeluhkan oleh Zambi (32) nelayan asal pulau Numbing, Selasa (23/7). Dikatakannya bahwa sekarang ini kadang-kadang sulit mendapatkan solar, kalau ada harganya memang mahal.

“Kalau di sini harga bensin bisa mencapai Rp 7.500 per liter, kalau solar bisa mencapai Rp 7.000 perliter, itu pun terkadang tidak ada stok di Numbing,” urai Zambi.

Ditambahkan Zambi bahwa dengan naiknya BBM dan tidak naiknya harga ikan, nelayan seperti dirinya mengaku rugi dan kalau untung tidak sebanyak sebelumnya.

“Sekarang susah pak, harga ikan sudah di monopoli oleh penampung ikan, jadi kita ikut harga mereka dan pasrah dengan harga segitu,” keluh Zambi

Senada dengan Zambi, nelayan lain dari Numbing, Suwardiyah (53) mengiyakan apa yang dikatakan oleh temannya

“Untuk di Numbing kadang-kadang kita beli stok habis, kalau beli di pangkalan di Kijang kita tak bisa, karena kalau beli dipangkalan harus ada surat kapal, sedangkan kapal kita nih ukuran kecil, gimana mau punya surat-surat pak,” beber Suwardiyah.

Suwardiyah juga mengungkapkan jika dapat membeli dipangkalan maka harganya normal yaitu premium Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 per liter, jadi dapat dihitung berapa selisih yang bisa dihemat nelayan

“Seharusnya kita bisa beli di Kijang, karena kita kan jual hasil tangkapan disana dan bisa beli solar buat di bawa pulang dan stok melaut, kami tak beli banyak-banyak pak, paling banyak 30 liter untuk seminggu,” jelas Suwardiyah (Jendaras).

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *