Pemprov Kepri – Dewan Bahas 5 Masalah Renting

Gubernur  Kepri dan wakil gubernur  rapat  dengan DPRD digedung daerah
Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Rapat dengan DPRD di Gedung Daerah

TANJUNGPINANG (BT ) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat bersama membahas lima persoalan penting  di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (12/7/2013).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri Drs. Haji Muhammad Sani dan Wakil Gubernur Kepri Dr. H. Soerya Respationo. Adapun lima persoalan penting tersebut meliputi, persoalan rencana melanjutkan pembangunan jembatan I Tanjungpinang-Dompak, antisipasi dampak sosial dan ekonomi paska kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), rencana melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di batu 8, pengentasan kemiskinan dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Kepri.

Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi hadir dalam rapat ini, begitu juga ketiga wakil pimpinan Dewan lainnya yakni Ing. Iskandarsyah, Edi Siswoyo dan Jumaga Nadeak. Termasuk juga para ketua fraksi dan ketua komisi . Sedangkan dari Pemerintah Provinsi Kepri sendiri, selain Gubernur dan Wakil Gubernur, juga hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Suhajar Diantoro, serta hampir seluruh jajaran kepala SKPD.

Kelima persoalan tersebut mendapat porsi yang sama dalam rapat. Rencana pembangunan jembatan Dompak contohnya, Gubernur Kepri Muhammad Sani sangat menginginkan jembatan I yang menghubungkan Tanjungpinang-Dompak segera diteruskan dengan target selesai pada akhir masa jabatannya, yakni Juni 2015. Adapun masalah anggarannya akan dibahas bersama Dewan kedepannya. Adapun untuk mengantisipasi paska kenaikan harga BBM, pemerintah Provinsi Kepri juga akan akan melakukan penambahan terhadap dana pengentasan kemiskinan dalam hal rehabilitasi rumah tidak layak huni. Adapun rencana penambahan itu diusulkan sebesar 10 persen dari dana sebelumnya untuk setiap unit rumah.

Pembahasan berikutnya, yakni masalah RSUP di Tanjungpinang. Saat ini kondisi RSUP yang berfungsi hanya sampai lantai 4, dari 8 lantai yang ada. Oleh sebab itu untuk memacu pelayanan RSUP, Gubernur dan wakil Gubernu akan mengajukan penambahan dana yang dianggarkan selama dua tahun berturut-turut kedepan guna menggesa agar keempat lantai yang ada saat ini bisa segera difungsikan. Baik kondisi fisik, kelengkapan alat dan kesiapan ruangannya.

Masalah lain adalah pengentasan kemiskinan. Untuk biaya pengentasa kemiskinan juga akan ada penambahan dana, baik dalam hal jamkesda, pasar murah dan sebagainya. Disamping diharapkan adanya program-program baru, juga akan ada penambahan anggaran untuk program yang sudah ada.

Dan hal terakhir yang dibahas adalah persoalan opini WTP/Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2012. Gubernur mengatakan, meskipun mendapatkan opini WTP, jika ada temuan akan tetap ditindak lanjuti.

“Kita bahas secara bersama-sama persoalan itu. Terutama masalah jembatan Dompak, kita memang menginginkan agar segera selesai agar akses ke Dompak lebih mudah. Begitu juga masalah rumah sakit, saat ini yang beroperasi baru sampai lantai 4. Makanya kita akan menganggarkan di dua tahun kedepan secara berturut-turut di APBD, guna menggesa penyempurnaan pembangunan RSUP. Sehingga bisa melayani dengan sempurna pula,” kata Muhammad Sani kepada wartawan usai rapat. (Hms/mat )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *