Penyebaran Tenaga Kesehatan Bintan Belum Merata

Bupati Bintan Ansar Ahmad sedang menyampaikan sambutannya pada rakerkesda Bintan 2013, 1 Juli 2013. (Foto: Jendaras)
Bupati Bintan Ansar Ahmad sedang menyampaikan sambutannya pada rakerkesda Bintan 2013, 1 Juli 2013. (Foto: Jendaras)

BINTAN (BT) – Walaupun jumlah tenaga medis kesehatan di Bintan telah mencapai angka yang cukup dengan jumlah penduduk, namun penyebarannya masih belum merata, sehingga pelayanan kesehatan belum maksimal.

Demikian disampaikan  oleh bupati Bintan Ansar Ahmad dalam rapat kesehatan daerah (rakerkesda) 2013 di hotel Cabana Resort, Malang Rapat km 46, Gunung Kijang, Senin (1/7).

Rapat dengan tema hidup sehat dengan perilaku bersih, santun dan tertib dalam rangka percepatan pencapaian MDGs 2015 ini menyoroti tentang program Pemkab Bintan dalam pelayanan kesehatan.

“Walaupun jumlah dokter dan perawat kita sudah mencukupi, namun penyebarannya belum merata karena terjadi penumpukan tenaga di beberapa puskesmas terutama yang berdekatan dengan ibukota kabupaten atau propinsi, sehingga untuk daerah yang jauh dan terpencil jumlah tenaga medisnya belum mencukupim,” terang Ansar

Untuk diketahui bahwa rasio jumlah dokter umum di Bintan yaitu 1:1.745 dari standar nasional 1:2.500, untuk dokter gigi 1:6.107 dari standar nasional 1:9.000, untuk dokter spesialis 1:12.215 standar nasional 1:16.600, perawat 1:670 dari standar nasional 1:885, hanya bidan saja yang belum mencukupi yaitu 1:1.095 dari standar nasional yaitu 1:1.000 dari jumlah penduduk yang ada.

“Kami terus melakukan upaya untuk pemerataan dengan cara penambahan tenaga-tenaga medis tertentu untuk mencukupi tenaga kesehatan di daerah yang kurang,” terang Ansar

Sementara kepala Dinas Kesehatan Bintan Muhammad Roem mengatakan bahwa rakerkesda kabupaten Bintan tahun ini memfokuskan pada peningkatan derajat kesehatan melalui percepatan peningkatan kesehatan ibu dan anak dalam rangka percepatan pencapaian MDGs.

“Tujuan rapat ini untuk menetapkan kebijakan umum, strategi pembangunan kesehatan di Bintan, serta untuk membuat adanya sinergitas kebijakan pembangunan kesehatan dalam rangka percepatan pencapaian MDGs antara pusat, provinsi dan kabupaten,” urai Roem. (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *