BISNIS PELACURAN: PEKERJA SEKS di Batu 15 Didominasi Wanita Asal Bandung

Lokalisasi  yang  berada  ditanjungpinang
Lokalisasi yang berada ditanjungpinang

TANJUNGPINANG (BT )—Berdasarkan penelusuran di sejumlah tempat bagi laki-laki yang ingin melampiaskan nafsu syahwat terhadap lawan  Batu 15 dan 24  udah ngak  asing lagi  di telingga kita  .

Kedua tempat  tersebut, memang sejak lama dikenal sebagai daerah lokalisasi bisnis esek-esek dengan komoditi perempuan produk lokal. Pada umumnya perempuan tersebut merupakan “impor” dari Pulau Jawa dan Bandung disebut-sebut mendominasi.

Sebut saja, Laras,25, gadis polos ini mengaku baru dua bulan bekerja di Batu 15 sebagai PSK. Dirinya menuturkan awal kisahnya terjerumus dalam dunia “hitam” itu lantaran tergiur tawaran kerja dengan gaji tinggi.

“Awalnya, saya ditawari bekerja di sebuah cafe di Tanjungpinang. Setelah sampai disini, ternyata malah kerja beginian. Saya sebenarnya ingin pergi, tapi tidak bisa berbuat banyak karena tidak punya ongkos untuk pulang,” ujar perempuan asal Cimahi ini.

Menurutnya, semua PSK yang ada di Batu 15  berasal dari Bandung  dan pekerja seks .

Meskipun tarif seks di Batu 15  lebih tinggi dibanding di Bandung karena termurah dipatok Rp300.000. Tapi, uang dari hasil menjual diri itu hanya Rp50.000 yang masuk kantongnya dan sisanya menjadi milik majikan.

“Dalam semalam saya bisa dua sampai tiga kali melayani tamu. Karena perempuan yang ada disini ada 20 orang jadi lumayan bersaing,” ucap perempuan bertubuh semok ini.

Hal yang samapun disampaikan oleh Mia,23, gadis asal Cicadas, Kota Bandung. Menurutnya, banyak perempuan asal Bandung yang terjerumus menjadi PSK di Tanjung pinang  yang terkenal dengan kota  Gurindamnya.

“Kalau saya sudah tiga bulan bekerja di Batu 15 . Saya kangen keluarga di rumah. Mereka tahunya saya bekerja di sini di sebuah hotel. Pengen pulang, tapi takut ancaman bos dan dijaga ketat,” ucapnya.

Selain tidak punya materi untuk bekal pulang, dirinya mengaku tidak tahu jalan untuk pulang. Oleh karenanya, berharap besar ada pertolongan yang mengajaknya pulang. Karena dalam hati sanubarinya, menjalani profesi seperti saat ini tak lebih dari sebuah “penyiksaan”( Mat )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

1 Comment

  1. kasihan bener yach
    coba aza aq bisa nolong
    skarang aq ada di batam aslinya cie dekat . . . ! ! !
    tapi aq juga belum pernah ke tanjung pinang . . . .
    mau gimana lagi . . . . ! ! !help my tuhan kasihan dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *